Penulis : Redaksi

Jakarta – Polresta Bandara Soekarno-Hatta menangkap selebgram Julia Prastini yang dikenal dengan Jule terkait temuan vape yang mengandung etomidate.

Jule ditangkap pada Senin pekan ini ketika berada di salah satu apartemen di kawasan Jakarta Selatan.

“Iya betul,” kata Kasatresnarkoba Polresta Bandara Soekarno Hatta, AKP Michael Tandayu, dilansir dari detikhot, Sabtu (19/9).

Penangkapan Jule merupakan hasil pengembangan dari penangkapan dua perempuan yang diduga menjual vape etomidate kepada Jule.

Berdasarkan interogasi terhadap kedua perempuan tersebut, polisi menemukan adanya komunikasi dengan pihak yang diduga merupakan bandar yang lebih besar. Polisi juga menemukan bukti pemesanan yang diduga berasal dari Jule.

Kasus tersebut kemudian membuat perhatian tertuju pada etomidate, zat yang sebenarnya digunakan dalam dunia medis sebagai obat anestesi.

Apa Itu Etomidate?

Etomidate adalah obat bius atau anestesi intravena kerja singkat yang digunakan untuk membuat pasien cepat tidak sadarkan diri.

Dalam penggunaan medis, etomidate dapat diberikan untuk membuat pasien tidak sadar sebelum menjalani prosedur darurat atau operasi singkat. Obat ini memberikan efek hipnotik sehingga pasien tertidur.

Etomidate memiliki karakteristik berupa onset yang cepat. Karena itu, obat tersebut digunakan dalam kondisi medis tertentu dan pemberiannya harus berada di bawah pengawasan tenaga medis.

Di Indonesia, BNN pada 2026 menyebut etomidate sebagai narkotika golongan II dan telah mengungkap peredaran etomidate yang disamarkan dalam cairan vape. Dalam salah satu pengungkapan, BNN menyita 1.000 cartridge vape yang mengandung etomidate.

Mengapa Etomidate Bisa Ada dalam Vape?

Etomidate bukan zat yang diperuntukkan untuk digunakan melalui vape.

Namun, BNN menyebut etomidate telah ditemukan dalam cairan rokok elektrik dalam perkembangan modus peredaran narkotika. Penggunaan vape sebagai media penyamaran atau peredaran zat tersebut menjadi perhatian karena produk vape dapat terlihat seperti produk konsumsi biasa.

Karena etomidate merupakan obat anestesi, penggunaannya di luar kebutuhan medis dapat menimbulkan risiko serius, terutama ketika dosis dan konsentrasi zat tidak diketahui.

Apa Bahaya Etomidate Jika Disalahgunakan?

Penggunaan etomidate seharusnya dilakukan dalam lingkungan medis dengan pengawasan tenaga kesehatan. Penyalahgunaan melalui vape berbeda dari penggunaan medis karena pengguna tidak memiliki kepastian mengenai konsentrasi, dosis, maupun kandungan lain di dalam cairan.

Beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Menekan produksi kortisol

Etomidate dapat menekan produksi kortisol, yaitu hormon yang berperan penting dalam respons tubuh terhadap stres. Efek ini menjadi salah satu alasan penggunaan etomidate perlu dipertimbangkan dan diawasi dalam konteks medis.

2. Efek hipnotik dan kehilangan kesadaran

Etomidate memiliki efek hipnotik. Penyalahgunaan zat ini dapat menyebabkan rasa mengantuk hingga kehilangan kesadaran secara tidak terduga.

3. Risiko ketergantungan dan penyalahgunaan

Penggunaan zat dengan efek sedatif di luar pengawasan medis dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan dan ketergantungan.

4. Risiko kesehatan akibat penggunaan yang tidak terkontrol

Penggunaan etomidate melalui vape tidak memberikan kontrol dosis seperti dalam prosedur medis. Kandungan cairan yang tidak diketahui juga dapat meningkatkan risiko kesehatan.

Karena itu, etomidate tidak dapat disamakan dengan cairan vape biasa. Penggunaan zat tersebut di luar indikasi medis membawa risiko yang berbeda dari penggunaan etomidate dalam prosedur anestesi.

Etomidate Juga Jadi Perhatian di Singapura

Penyalahgunaan etomidate melalui vape juga menjadi perhatian di Singapura.

Central Narcotics Bureau (CNB) Singapura mencatat penindakan terhadap peredaran vape yang diyakini mengandung etomidate. Pada 2026, aparat negara tersebut beberapa kali menyita pod vape yang diduga mengandung etomidate dalam operasi antinarkotika.

Aturan Singapura mengenai etomidate dan vape juga mengalami perubahan. Sejak 1 Mei 2026, etomidate dan analognya tercantum sebagai Specified Psychoactive Substances dalam aturan terkait vaporiser, setelah sebelumnya sempat diklasifikasikan sebagai obat terkontrol berdasarkan Misuse of Drugs Act.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa penyalahgunaan etomidate melalui vape menjadi perhatian penegak hukum dan otoritas kesehatan di sejumlah negara.

Kasus Jule Masih Berproses

Dalam kasus Jule, penangkapan dilakukan setelah polisi mengembangkan kasus dari dua perempuan yang diduga menjual vape etomidate.

Polisi kemudian menemukan komunikasi yang diduga berkaitan dengan bandar yang lebih besar serta bukti pemesanan yang diduga dilakukan oleh Jule.

Kasus tersebut menjadi bagian dari penindakan terhadap penyalahgunaan etomidate dalam bentuk cairan vape.