Penulis : Redaksi

JAKARTA – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengklaim dirinya terus berkomunikasi setiap hari dengan Ayatollah Mojtaba Khamenei, di tengah spekulasi mengenai kondisi pemimpin tertinggi Iran serta meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Dalam pidatonya pada peringatan Hari Industri dan Pertambangan Nasional, Selasa (21/7), Pezeshkian menyebut intensitas komunikasi dengan Mojtaba Khamenei semakin meningkat.

“Kini, berkat komunikasi yang lebih intens dan akses yang lebih luas kepada pemimpin kita tercinta, seluruh langkah sudah diatur berdasarkan arahan beliau,” kata Pezeshkian, seperti dikutip Al Jazeera.

Ia menegaskan pemerintah akan terus bergerak mengikuti arahan pemimpin tertinggi Iran.

“Kami akan terus melangkah maju dengan penuh kekuatan,” ujarnya.

Muncul di Tengah Spekulasi Kondisi Pemimpin Tertinggi Iran

Pernyataan Pezeshkian disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa terdapat kemungkinan besar Mojtaba Khamenei telah meninggal dunia.

Dalam beberapa waktu terakhir, Mojtaba Khamenei memang tidak tampil di hadapan publik. Pernyataan yang berkaitan dengannya umumnya disampaikan melalui media sosial atau dibacakan oleh penyiar televisi pemerintah Iran.

Meski demikian, sejumlah pejabat Iran telah membantah klaim yang disampaikan Trump.

Ketegangan Iran dan AS Terus Meningkat

Pernyataan tersebut juga muncul ketika konflik antara Iran dan Amerika Serikat semakin memanas.

Dalam beberapa pekan terakhir, militer AS dilaporkan melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk kawasan sekitar Selat Hormuz dan beberapa infrastruktur sipil.

Laporan menyebut sejumlah jembatan strategis di Provinsi Hormozgan, termasuk jalur penghubung Bandar Abbas, Lar, dan Rudan, mengalami kerusakan akibat serangan.

Sebagai respons, Iran disebut melancarkan serangan balasan yang menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Arab serta armada AS di kawasan Laut Arab dan Teluk Oman.

Iran Sebut Sedang Hadapi Perang Skala Penuh

Dalam kesempatan terpisah, Pezeshkian menyatakan Iran saat ini tengah menghadapi “perang skala penuh.”

Menurutnya, konflik yang berlangsung tidak hanya terjadi di medan militer, tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Ia menilai tekanan yang dihadapi Iran mencakup berbagai aspek, mulai dari keamanan hingga mata pencaharian rakyat.