Penulis : Redaksi

Jakarta — PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic) resmi mengoperasikan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8 yang dibangun bersama PT Ketrosden Triasmitra Tbk. Peresmian dilakukan pada Rabu (17/6) setelah sistem tersebut berhasil melewati tahap pengujian (testing) dan commissioning, sehingga siap digunakan untuk mendukung kebutuhan konektivitas digital Indonesia.

Rising 8 merupakan sistem kabel laut sepanjang 1.128,5 kilometer yang menghubungkan Jakarta (Tanjung Pakis), Batam (Tanjung Bemban), hingga ekstensi ke Singapura. Infrastruktur ini menggunakan teknologi repeatered system dan telah tersedia untuk operator telekomunikasi maupun perusahaan yang membutuhkan jalur konektivitas berkapasitas tinggi.

Saat ini, segmen Jakarta-Batam telah selesai digelar dan mulai beroperasi. Sementara itu, pengembangan segmen Batam-Singapura akan menjadi proyek lanjutan berikutnya. Kehadiran Rising 8 menambah alternatif jalur konektivitas pada koridor Indonesia-Singapura yang menjadi salah satu rute digital tersibuk di Asia Tenggara.

Ketersediaan jalur alternatif tersebut dinilai penting untuk mendukung redundansi jaringan dan menjaga kontinuitas layanan, terutama bagi operator serta perusahaan yang menjalankan aplikasi dan sistem kritis untuk operasional bisnis.

Direktur Utama dan CEO PT Ekamas Mora Republik Tbk, Timotius Max Sulaiman, mengatakan penyelesaian segmen Jakarta-Batam menjadi langkah penting dalam membangun infrastruktur digital yang mampu menjawab kebutuhan Indonesia saat ini maupun di masa mendatang, sekaligus mendukung agenda transformasi digital nasional.

“Infrastruktur telekomunikasi yang kuat tidak hanya meningkatkan kualitas konektivitas, tetapi juga menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi digital dan percepatan pemerataan akses digital di Indonesia, sehingga memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan dunia usaha di berbagai wilayah,” kata Timotius.

Rising 8 menggunakan kabel bawah laut produksi Prysmian Group melalui fasilitas manufakturnya, Norddeutsche Seekabelwerke GmbH (NSW) di Jerman. Produsen tersebut memiliki pengalaman lebih dari 125 tahun dalam teknologi kabel bawah laut dan didukung repeater berkualitas tinggi yang dirancang untuk menopang kapasitas minimum hingga 400 Tbps.

Sebagai bagian dari ekosistem konektivitas, Rising 8 juga terintegrasi dengan Nusantara Data Center (NDC) milik MoraRepublic yang berlokasi di Tanjung Bemban, Batam. Fasilitas tersebut telah mengantongi sertifikasi Tier-3 dari American National Standard Institute/Telecommunications Industry Association.

Sementara itu, titik pendaratan utama Rising 8 di Jakarta dilengkapi fasilitas Cable Landing Station dan Data Center di Tanjung Pakis milik Triasmitra dengan spesifikasi Tier-3 concurrently maintainable. Spesifikasi ini memungkinkan pemeliharaan infrastruktur dilakukan tanpa mengganggu keberlangsungan layanan.

Direktur Utama dan CEO PT Ketrosden Triasmitra Tbk, Titus Dondi Patria, menyatakan Rising 8 menjadi pilihan yang andal bagi pelanggan yang membutuhkan koneksi berkualitas, baik untuk kebutuhan domestik maupun internasional.

Menurut Titus, proyek tersebut merupakan hasil kerja sama yang telah berlangsung selama beberapa tahun, mulai dari tahap perencanaan, penggelaran, hingga proses testing dan commissioning.

“Rising 8 kini sudah ready for service. Pada proyek Rising 8 inilah untuk pertama kalinya kami melakukan penggelaran SKKL secara mandiri dari sejak perizinan, penggunaan kapal, sampai tenaga ahlinya, sehingga kami sangat percaya diri untuk menggarap proyek-proyek penggelaran SKKL berikutnya,” ujar Titus.

Dengan kapasitas besar yang dimiliki, Rising 8 diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan digital bagi masyarakat. Aktivitas seperti transaksi perbankan, belanja daring, pembelajaran online, hingga bekerja dan berkomunikasi dari rumah dapat berjalan lebih lancar dengan risiko gangguan konektivitas yang lebih rendah.

Selain melengkapi ekosistem konektivitas yang telah ada, Rising 8 juga menyediakan diversifikasi jalur trafik data Indonesia-Singapura. Bagi operator yang telah menggunakan jalur eksisting, sistem ini dapat dimanfaatkan sebagai jalur cadangan maupun pembagi beban jaringan.

Bagi perusahaan, kehadiran jalur ganda memberikan manfaat berupa penurunan risiko downtime yang dapat mengganggu operasional yang semakin bergantung pada koneksi internet.

Target pasar Rising 8 mencakup operator telekomunikasi, penyedia layanan internet (ISP), penyedia konten digital, hingga perusahaan dengan kebutuhan bandwidth tinggi seperti sektor keuangan, penyedia layanan cloud, dan operator pusat data.

Rute Indonesia-Singapura dipilih karena Singapura merupakan salah satu pusat digital regional dengan konsentrasi data center dan infrastruktur cloud yang sangat tinggi.

Melalui pengoperasian Rising 8, MoraRepublic dan Triasmitra memperkuat posisi mereka di pasar konektivitas internasional. Kedua perusahaan juga melihat peluang pertumbuhan yang menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan bandwidth pada koridor Indonesia-Singapura yang didorong oleh ekspansi layanan cloud, digitalisasi perusahaan, dan pertumbuhan ekonomi digital.

Kehadiran Rising 8 diharapkan semakin memperkuat konektivitas nasional, mempercepat pemerataan akses digital, meningkatkan daya saing ekonomi, serta mendukung pengembangan ekosistem digital Indonesia yang lebih terintegrasi dan inklusif.