Penulis : Redaksi

MAKASSAR — Mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) berinisial PJT (19) diketahui sempat mengirim pesan suara atau voice note kepada beberapa teman kampusnya sebelum ditemukan meninggal dunia di sekitar area kampus di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Pesan suara tersebut kemudian diteruskan kepada orang tua korban.

“Sebelum kejadian tersebut, korban sempat mengirim pesan suara kepada temannya lainnya. Kemudian pesan suara itu diteruskan ke orang tuanya,” kata Kepala Humas Unhas, Ishaq Rahman, dalam keterangannya, Selasa (19/5).

Dalam rekaman suara itu, korban meminta agar dirinya dicari di area parkiran belakang gedung jurusan Teknik Arsitektur.

“Kalau kamu dengar voice note ini kemungkinan besar aku sudah nggak ada dan kalau masih sempat tolong temuin aku di parkiran belakang gedung arsi [Teknik Arsitektur], karena mungkin bakalan lompat,” ujar PJT dalam pesan suara tersebut.

Korban juga meminta agar tidak ada pihak yang saling menyalahkan atas tindakan yang akan dilakukannya.

“Intinya banyak hal yang terjadi karena inginku sendiri. Tolong jangan nyalahin diri kamu soal ini dan terima kasih. Jujur saja nggak tahu kenapa bisa,” lanjut isi pesan tersebut.

Sebelumnya, mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin itu ditemukan meninggal dunia di sekitar area kampus yang berada di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban.

“Iya, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Kanit Tipidum Polres Gowa, Ipda Andi Muhammad Alfian, Selasa (19/5).

Alfian menjelaskan, hasil pemeriksaan sementara terhadap jenazah korban tidak menemukan tanda-tanda patah tulang maupun luka serius akibat kekerasan.

“Melihat kondisi jenazah tidak ada yang patah, tidak ada luka serius,” ujarnya.

Meski demikian, polisi belum dapat memastikan penyebab kematian korban karena pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

“Kita belum tahu pasti. Tidak jadi diautopsi karena bapaknya tidak mau anaknya diautopsi,” kata Alfian.

Pihak kepolisian masih terus mendalami informasi dan keterangan terkait kasus tersebut.