Jakarta — Gejala kesemutan sering dianggap sepele. Namun, kondisi tersebut ternyata bisa menjadi tanda masalah serius, termasuk tumor otak.
Hal inilah yang dialami seorang wanita asal Yorkshire, Inggris, Kerry Brown (54). Ia mengalami kesemutan yang disertai sensasi hot flashes yang menyerupai gejala menopause selama bertahun-tahun, tanpa menyadari bahwa kondisi tersebut merupakan tanda tumor otak.
Mengutip People, gejala tersebut mulai dirasakan Brown sejak 2017. Pada awalnya, ia mengira perubahan yang dialami hanyalah akibat faktor hormonal.
Namun, dalam dua tahun berikutnya, kondisi tersebut semakin memburuk. Ia mulai mengalami kelelahan ekstrem hingga kesulitan berbicara dengan jelas.
“Saya pikir itu hanya menopause, tapi kemudian saya menjadi pucat, mulai bicara terbata-bata, dan merasa sangat lelah. Saya tak berpikir itu sesuatu yang serius,” ujarnya.
Setelah mengalami gangguan penglihatan, Brown akhirnya memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter. Dari hasil pemeriksaan awal oleh dokter mata, ditemukan adanya pembengkakan di belakang mata, yang kemudian mengarah pada pemeriksaan lanjutan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya empat tumor otak. Dokter menjelaskan bahwa sensasi hot flashes yang dialami Brown merupakan bentuk kejang yang berkaitan dengan tumor otak.
Dua tumor di antaranya diketahui telah berkurang lebih dari dua sentimeter dan perlu diangkat melalui prosedur operasi. Namun, saat tindakan operasi berlangsung, dokter justru menemukan jumlah tumor yang lebih banyak.
“Saat saya bangun setelah operasi, mereka [dokter] memberi tahu saya bahwa mereka menemukan 10 tumor,” katanya.
Brown diketahui memiliki tumor jenis meningioma. Mengutip laman Mayo Clinic, meningioma merupakan tumor yang tumbuh di selaput otak, yaitu lapisan yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang.
Sebagian besar meningioma berkembang secara perlahan dan dalam beberapa kasus tidak menimbulkan gejala selama bertahun-tahun. Namun, ketika ukurannya membesar, kondisi ini dapat memicu gangguan serius.
Meski demikian, sekitar 80 hingga 85 persen kasus meningioma bersifat jinak, yang berarti tumor tersebut tidak tergolong kanker.
Adapun gejala umum meningioma meliputi:
- gangguan penglihatan
- mati rasa atau kesemutan
- sakit kepala berat, terutama di pagi hari
- gangguan pendengaran
- anosmia atau hilangnya kemampuan penciuman
- kejang
- mati rasa pada lengan atau kaki di satu sisi tubuh
