Penulis : Redaksi

JAKARTA – Merasa mudah cemas, sering overthinking, atau cepat khawatir terhadap hal-hal kecil merupakan pengalaman yang dialami banyak orang. Sebagian menganggap kondisi tersebut sebagai sifat bawaan, sementara yang lain mulai bertanya apakah hal itu masih tergolong normal atau menjadi tanda masalah kesehatan mental.

Dalam psikologi, kecenderungan mudah cemas memang dapat berkaitan dengan faktor kepribadian. Salah satu dimensi yang sering dikaitkan dengan kondisi ini adalah neuroticism, bagian dari konsep Big Five personality.

Neuroticism menggambarkan kecenderungan seseorang untuk lebih mudah mengalami emosi negatif, seperti rasa khawatir, tegang, mudah tersinggung, atau sensitif terhadap tekanan.

Neuroticism Berkaitan dengan Tingkat Kecemasan

Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan yang konsisten antara neuroticism dan tingkat kecemasan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Frontiers in Psychiatry menyebutkan bahwa individu dengan tingkat neuroticism yang lebih tinggi cenderung lebih mudah mengalami kecemasan dibandingkan orang lain.

Temuan serupa juga dipublikasikan dalam BMC Psychology. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa kecenderungan cemas dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • lebih sensitif terhadap ketidakpastian;
  • lebih peka terhadap sensasi tubuh, misalnya menganggap jantung berdebar sebagai tanda bahaya;
  • cenderung menghindari situasi yang dianggap memicu stres.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian orang memang memiliki cara memproses ancaman dan ketidakpastian yang membuat mereka lebih mudah merasa cemas.

Tidak Semua Orang yang Mudah Cemas Mengalami Gangguan Kecemasan

Meski berkaitan dengan kepribadian, mudah cemas tidak selalu berarti seseorang mengalami gangguan kecemasan (anxiety disorder).

Dalam banyak kasus, kondisi tersebut masih merupakan variasi normal dari kepribadian seseorang. Perbedaannya terletak pada intensitas rasa cemas serta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gangguan kecemasan ditandai dengan rasa cemas yang berlebihan dan berlangsung terus-menerus, sulit dikendalikan, serta mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti tidur, pekerjaan, maupun hubungan sosial.

Kecemasan Juga Melibatkan Respons Tubuh

Kecemasan tidak hanya berkaitan dengan pikiran, tetapi juga respons tubuh terhadap stres.

Orang yang mudah cemas umumnya memiliki reaksi stres yang lebih kuat, membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali tenang, dan lebih sulit menghadapi situasi yang tidak pasti.

Dengan demikian, rasa cemas yang muncul bukan semata-mata karena seseorang dianggap “lemah” atau terlalu berlebihan, melainkan karena sistem emosinya bekerja dengan tingkat sensitivitas yang lebih tinggi.

Memahami perbedaan antara kecenderungan kepribadian dan gangguan kecemasan menjadi langkah penting. Apabila rasa cemas mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, mencari bantuan dari tenaga profesional dapat menjadi pilihan yang tepat.