Penulis : Redaksi

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan mengenai posisi kelembagaan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang tidak berada di bawah Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri kegiatan panen raya bersama TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7). Acara tersebut juga dihadiri Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Dalam sambutannya, Prabowo mengenang pengalamannya ketika masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Saat itu, ia mengaku mendapat tawaran untuk menggunakan kendaraan taktis Maung produksi PT Pindad bagi TNI. Dari pengalaman tersebut, Prabowo kemudian melontarkan candaan mengenai Polri.

“Waktu saya Menteri Pertahanan, disodorkan, ‘Pak, TNI,’ waktu itu saya Menhan ya, jadi saya enggak bisa ngurus Polri, sorry, polisi enggak mau di bawah Menteri Pertahanan sih,” kata Prabowo yang disambut tawa para hadirin.

Pilih Maung Buatan Dalam Negeri

Prabowo mengatakan saat itu dirinya dihadapkan pada dua pilihan kendaraan.

Pilihan pertama adalah kendaraan jip buatan luar negeri yang memiliki harga lebih murah dengan kualitas yang dinilai baik. Sementara pilihan kedua adalah Maung, kendaraan produksi PT Pindad yang dibanderol dengan harga lebih tinggi.

Meski demikian, Prabowo mengaku memilih produk dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap industri pertahanan nasional.

“Ya sudah saya pilih yang mahal, agak mahal, tapi buatan anak Indonesia sendiri, yaitu Maung. Yang sekarang dipakai perwira-perwira kita, sekarang pakai Maung,” ujarnya.

Polri Berada Langsung di Bawah Presiden

Sebagai informasi, secara kelembagaan Polri berada langsung di bawah Presiden dan tidak berada di bawah kementerian.

Sementara itu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) berada di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan dalam aspek administrasi, perencanaan, dan dukungan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.