JAKARTA – Minat masyarakat mengunjungi museum di Indonesia terus meningkat sepanjang 2025. Berdasarkan data Indonesia Heritage Agency (IHA), jumlah kunjungan ke museum melonjak hingga 218,08 persen, menandai perubahan tren wisata yang kini semakin diminati, terutama oleh kalangan muda.
Data IHA mencatat jumlah pengunjung museum meningkat dari 704.506 orang pada 2024 menjadi 1.536.375 pengunjung sepanjang 2025.
Kepala Museum dan Cagar Budaya Indonesia Heritage Agency, Indira Estiyanti Nurjadin, mengatakan kenaikan tersebut dipengaruhi oleh kembali beroperasinya Museum Nasional Indonesia setelah proses revitalisasi pascakebakaran, serta rampungnya revitalisasi Museum Benteng Vredeburg.
“Kalau dari 2024 ke 2025 kita bisa kasih perbandingan, kunjungannya naik sekitar 218 persen,” kata Indira, Sabtu (11/7).
Anak Muda Jadi Pengunjung Terbanyak
Indira mengungkapkan kelompok usia 18 hingga 24 tahun menjadi penyumbang kunjungan terbesar ke Museum Nasional.
Menurutnya, museum kini bukan lagi sekadar tujuan wisata edukasi untuk rombongan sekolah, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda.
Fenomena seperti museum date juga dinilai ikut mendorong meningkatnya popularitas museum, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta.
“Usia 18-24 tahun itu sudah menentukan sendiri mau pergi ke mana. Jadi bukan school trip lagi. Makanya sekarang hashtag seperti museum date sudah sangat populer, terutama di Jakarta,” ujarnya.
Daftar 5 Museum Paling Banyak Dikunjungi 2025
Berdasarkan data Indonesia Heritage Agency, berikut lima museum dengan jumlah pengunjung terbanyak sepanjang 2025:
- Museum Nasional Indonesia – 756.092 pengunjung (2024: 242.752)
- Museum Benteng Vredeburg – 561.604 pengunjung (2024: 328.334)
- Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy’ari – 88.090 pengunjung (2024: 64.591)
- Galeri Nasional Indonesia – 75.603 pengunjung (2024: 25.308)
- Museum Semedo – 54.967 pengunjung (2024: 43.522)
Museum Nasional mencatat lonjakan kunjungan paling signifikan setelah kembali dibuka untuk umum usai proses revitalisasi akibat insiden kebakaran.
Borobudur Masih Jadi Cagar Budaya Favorit
Selain museum, kawasan cagar budaya juga tetap menjadi tujuan wisata favorit masyarakat.
Candi Borobudur masih menempati posisi pertama sebagai situs cagar budaya dengan jumlah kunjungan terbanyak sepanjang 2025, meski angkanya sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Berikut lima cagar budaya dengan jumlah kunjungan tertinggi pada 2025:
- Candi Borobudur – 1.164.764 pengunjung
- Candi Arjuna – 363.634 pengunjung
- Candi Gedong Songo – 242.057 pengunjung
- Candi Cetho – 64.546 pengunjung
- Rumah Bung Karno – 44.311 pengunjung
Pada 2024, Candi Borobudur mencatat 1.286.222 pengunjung, sehingga terjadi sedikit penurunan pada 2025.
Museum Passport Dongkrak Minat Berkunjung
Indira menilai kehadiran Museum Passport, yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Museum Internasional pada 18 Mei, turut mendorong peningkatan kunjungan.
Program yang awalnya hanya berlaku di 19 museum di bawah pengelolaan Indonesia Heritage Agency tersebut kini telah diperluas menjadi program nasional yang mencakup ratusan museum yang terdaftar di Kementerian Kebudayaan.
Selain berfungsi sebagai paspor kunjungan, Museum Passport juga memuat direktori lebih dari 300 museum dari Aceh hingga Papua.
“Dalam tiga hari, 5.000 Museum Passport sold out. Sekarang kami sudah mencetak lagi 15 ribu, jadi total sudah 20 ribu,” ujar Indira.
Ia menambahkan, pengelola museum juga terus melakukan inovasi melalui pameran temporer, peningkatan fasilitas, hingga penyediaan ruang publik yang lebih nyaman agar pengalaman berkunjung semakin menarik.
