Jakarta – Kesehatan jantung sering kali baru menjadi perhatian ketika gangguan sudah muncul. Padahal, risiko kerusakan jantung dapat dicegah sejak dini dengan mengubah berbagai kebiasaan sehari-hari yang kerap dianggap sepele.
Banyak orang hanya berfokus pada olahraga dan pola makan sehat. Namun tanpa disadari, sejumlah kebiasaan lain justru dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kolesterol, hingga penyakit jantung.
Terlebih bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga, kewaspadaan perlu ditingkatkan. Berikut tujuh kebiasaan yang diam-diam dapat merusak kesehatan jantung.
1. Rutin Olahraga, tetapi Duduk Terlalu Lama
Olahraga memang memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Namun, manfaat tersebut bisa berkurang jika seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk.
Mengutip WebMD, tubuh tetap membutuhkan aktivitas sepanjang hari agar sirkulasi darah berjalan optimal. Bagi pekerja yang banyak berada di depan komputer, disarankan untuk berdiri dan berjalan ringan setiap satu jam sekali.
Aktivitas sederhana seperti mengambil air minum atau menggunakan tangga dapat membantu menjaga kesehatan jantung.
2. Jarang Melakukan Pemeriksaan Kesehatan
Banyak orang tidak mengetahui kondisi tekanan darah maupun kadar kolesterol mereka. Padahal, kedua indikator tersebut berperan penting dalam mendeteksi risiko penyakit jantung.
Seseorang bisa saja merasa sehat, tetapi memiliki faktor risiko yang tidak disadari. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin sejak usia 20-an penting dilakukan untuk memantau kondisi tubuh.
3. Sering Terpapar Asap Rokok
Tidak merokok bukan berarti sepenuhnya terbebas dari risiko. Paparan asap rokok dari lingkungan sekitar juga dapat berdampak buruk bagi pembuluh darah dan kesehatan jantung.
Jika memungkinkan, hindari lingkungan yang penuh asap rokok dan dorong penerapan kawasan bebas rokok di rumah, kantor, maupun kendaraan pribadi.
4. Kurang Tidur
Kebiasaan begadang karena pekerjaan atau hiburan dapat berdampak pada kesehatan jantung. Kurang tidur diketahui dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu peradangan dalam tubuh.
Mengutip Times of India, kurang tidur juga dapat memengaruhi kadar gula darah dan meningkatkan risiko resistansi insulin.
Untuk menjaga kesehatan jantung, usahakan tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam, mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur, serta membangun rutinitas malam yang lebih tenang.
5. Jarang Berjemur di Pagi Hari
Paparan sinar matahari pagi memiliki manfaat bagi kesehatan, termasuk membantu tubuh memproduksi vitamin D.
Melansir The Independent, kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk yang berkaitan dengan jantung. Berjemur secara rutin dalam durasi singkat pada pagi hari dapat menjadi salah satu cara memenuhi kebutuhan vitamin D harian.
6. Sarapan Tinggi Natrium
Konsumsi makanan tinggi natrium secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan memperbesar risiko penyakit jantung.
Mengutip Eating Well, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients pada 2020 menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan tinggi natrium memiliki risiko 19 persen lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular dibandingkan mereka yang menjalani pola makan rendah natrium.
Karena itu, penting untuk lebih cermat memilih menu sarapan yang sehat dan rendah garam.
7. Langsung Membuka Ponsel Setelah Bangun Tidur
Kebiasaan mengecek ponsel sesaat setelah bangun tidur ternyata dapat memicu stres sejak awal hari.
Otak akan langsung berada dalam kondisi reaktif sebelum tubuh benar-benar siap menjalani aktivitas. Dokter spesialis tidur Annie Miller, seperti dikutip Real Simple, menyebut kebiasaan tersebut dalam jangka panjang dapat meningkatkan kecemasan, memengaruhi fokus dan suasana hati, serta mengganggu ritme sirkadian.
Mulai Ubah Kebiasaan untuk Jantung yang Lebih Sehat
Perubahan kecil dalam rutinitas sehari-hari dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan jantung dalam jangka panjang. Dengan menghindari berbagai kebiasaan yang berisiko dan menggantinya dengan pola hidup yang lebih sehat, peluang menjaga fungsi jantung tetap optimal akan semakin besar.
