Penulis : Redaksi

JAKARTA — Penulis Daniel Kraus mengungkap inspirasi di balik Whalefall, novel yang diadaptasi menjadi film layar lebar. Cerita tersebut mengisahkan perjuangan seorang penyelam yang ditelan hidup-hidup oleh paus sperma dan harus mencari cara untuk bertahan hidup.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (14/10), ide awal cerita Whalefall muncul setelah Kraus menyaksikan rekaman video dua peselancar kayak yang nyaris tertelan paus di tengah lautan.

Peristiwa tersebut memicu rasa penasaran Kraus. Ia kemudian menghabiskan waktu berminggu-minggu berkonsultasi dengan ilmuwan dan pakar biologi laut untuk mempelajari anatomi paus sperma.

Dari riset tersebut, Kraus mendalami kemungkinan biologis manusia tertelan paus sperma. Meski kejadian semacam itu belum tercatat dalam sejarah modern menurut keterangan yang menjadi dasar cerita ini, ia menemukan bahwa kemungkinan tersebut tidak sepenuhnya mustahil secara biologis.

Filosofi Whale Fall di Balik Cerita

Selain mengangkat kemungkinan manusia tertelan paus, Kraus mengambil inspirasi dari istilah ilmiah whale fall. Istilah ini merujuk pada proses ketika bangkai paus tenggelam ke dasar laut dan menjadi sumber nutrisi bagi berbagai organisme, sehingga mendukung terbentuknya ekosistem baru.

Konsep tersebut kemudian menjadi salah satu landasan filosofis cerita. Kraus menghubungkan proses alam itu dengan gagasan bahwa kehidupan seseorang dapat terus memberikan pengaruh kepada orang lain, bahkan setelah orang tersebut meninggal dunia.

“Ketika seseorang meninggal, kematiannya hanyalah awal. Secara fisik mereka memang tidak ada, tetapi kehidupan mereka terus menyebar kepada semua orang yang mengenalnya,” kata Daniel Kraus.

Tak lama setelah novelnya terbit pada 2023, Kraus bersama sutradara Brian Duffield mulai menggarap naskah adaptasi filmnya.

Kisah Jay Gardiner Bertahan Hidup di Dalam Paus

Film Whalefall mengikuti kisah Jay Gardiner, yang diperankan Austin Abrams. Ia ditelan seekor paus sperma raksasa ketika menyelam untuk mencari jasad ayahnya, Mitt Gardiner, yang diperankan Josh Brolin.

Terjebak di dalam tubuh paus, Jay hanya memiliki persediaan oksigen kurang dari 60 menit. Ia harus memikirkan cara untuk bertahan hidup sekaligus menemukan jalan keluar sebelum kehabisan oksigen.

Situasi tersebut menjadi inti ketegangan film, yang memadukan perjuangan bertahan hidup dengan kisah hubungan antara seorang anak dan ayahnya.

Produksi Libatkan Sineas Berpengalaman

Proses pengambilan gambar Whalefall dilakukan di sejumlah lokasi pesisir California, Amerika Serikat, termasuk Monterey, San Pedro, Pulau Catalina, serta panggung studio CBS Radford di Studio City.

Untuk mewujudkan visual dan tata suara film, Duffield melibatkan sejumlah sineas berpengalaman di industri perfilman Hollywood.

Tim tersebut mencakup sinematografer Aaron Morton, yang dikenal melalui The First Omen; penata artistik Ramsey Avery; serta penyunting gambar Pietro Scalia, pemenang Oscar yang terlibat dalam Black Hawk Down.

Produksi ini juga melibatkan supervisor efek visual Guillaume Rocheron, yang pernah mengerjakan 1917 dan Life of Pi, serta komponis Joseph Trapanese sebagai penata musik.

Film Whalefall dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 14 Oktober, berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam naskah sumber.