JAKARTA – PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengingatkan pengguna kendaraan diesel agar lebih memperhatikan perawatan berkala seiring rencana penerapan biodiesel B50 di Indonesia.
Perusahaan menilai perhatian terhadap perawatan menjadi penting karena B50 merupakan bahan bakar baru yang kemungkinan masih memerlukan penyesuaian dalam penggunaannya.
Business Solution Director IAMI, Anjar Rosjadi, mengatakan Isuzu telah melakukan serangkaian uji coba penggunaan B50 pada berbagai kendaraan produksinya.
“Sebagai bentuk dukungan dan antisipasi kami, pastinya kami melakukan trial dan mencoba terkait dengan kendaraan-kendaraan yang kami produksi dalam menggunakan B50 itu sendiri,” ujar Anjar di pabrik Isuzu Karawang, Jawa Barat, Senin (20/7).
B50 Punya Karakteristik Berbeda
Menurut Anjar, biodiesel B50 memiliki kandungan nabati yang lebih tinggi dibandingkan bahan bakar diesel sebelumnya sehingga memerlukan perhatian lebih dalam hal perawatan kendaraan.
Ia menjelaskan B50 memiliki sifat lebih higroskopis serta kemampuan cleansing yang cukup tinggi.
Kondisi tersebut membuat pemeriksaan dan servis berkala menjadi langkah penting agar performa kendaraan tetap terjaga.
“Lalu tadi karakter bahan bakar B50 yang saya sebut, mungkin teman-teman pernah baca di media, itu dia sifatnya (lebih) higroskopis dan kemampuan cleansing yang cukup tinggi. Perlu diantisipasi, diperhatikan kondisi perawatan berkalanya,” kata Anjar.
Hasil Uji Coba Masih Normal
Meski memiliki karakteristik berbeda, Anjar menyebut hasil pengujian sementara menunjukkan penggunaan B50 belum memberikan dampak signifikan terhadap performa kendaraan Isuzu.
“Nah hasil tes dari Isuzu itu so far kendaraan yang dipakai masih berjalan dengan normal dan secara performa juga tidak ada perubahan yang signifikan,” ujarnya.
Namun demikian, Isuzu masih terus melakukan pemantauan untuk mengetahui dampak penggunaan B50 dalam jangka panjang.
Isuzu Dukung Program Pemerintah
Anjar menegaskan Isuzu mendukung kebijakan pemerintah dalam mendorong penggunaan biodiesel B50 sebagai bagian dari upaya transisi energi.
Meski begitu, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dipersiapkan, mulai dari operasional kendaraan hingga kesiapan distribusi bahan bakar di berbagai daerah.
“Memang ada beberapa tantangan, termasuk operasional kendaraan itu sendiri. Harapan kami bahwa penerapan B50 itu sendiri secara distribusi dan persiapannya itu bisa melayani seluruh masyarakat Indonesia,” tuturnya.
