Jakarta — Timnas Wushu Indonesia menutup penampilan di Taolu World Cup 2026 dengan raihan enam medali dan menempati peringkat keempat klasemen akhir kejuaraan yang berlangsung di Haikou, China, pada 4–9 Juli 2026.
Kontingen Merah Putih mengoleksi satu medali emas, empat medali perak, dan satu medali perunggu. Hasil tersebut mengantarkan Indonesia finis di posisi keempat.
Tuan rumah China tampil sebagai juara umum dengan perolehan delapan medali emas. Posisi kedua ditempati Hong Kong dengan lima emas, sedangkan Malaysia berada di peringkat ketiga setelah meraih tiga emas.
Seraf Naro Raih Emas Nomor Dao Shu
Satu-satunya medali emas Indonesia dipersembahkan Seraf Naro Siregar pada nomor Dao Shu, yang menjadi nomor spesialisasinya.
Empat medali perak diraih oleh Eugenia Diva Widodo, Ahmad Ghifari Fuaiz, Terrence Tjahyadi, serta nomor Duilian Putra yang diperkuat Seraf Naro Siregar, Ahmad Ghozali, dan Ahmad Ghifari.
Sementara itu, satu medali perunggu disumbangkan Ahmad Ghifari Fuaiz dari nomor Jian Shu Putra.
Pelatih Sebut Hasil Sudah Maksimal
Pelatih Timnas Taolu Indonesia, Susyana Tjan, menilai pencapaian tersebut merupakan hasil maksimal mengingat seluruh peserta yang tampil merupakan atlet terbaik yang lolos ke Taolu World Cup 2026.
“Ini sudah hasil maksimal apalagi atlet kita bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari masing-masing negara,” ujar Susyana sebagaimana dikutip dari rilis resmi PB Wushu Indonesia, Kamis (9/7).
Ia mengingatkan bahwa seluruh peserta yang berlaga merupakan atlet yang menempati delapan besar pada World Cup Brasil 2025.
“Perlu dicatat bahwa mereka yang tampil di World Cup 2026 ini adalah atlet yang masuk dalam peringkat delapan besar pada World Cup Brasil 2025 lalu,” ucapnya.
Jadi Modal Menuju Asian Games 2026
Sekretaris Jenderal PB Wushu Indonesia, Ngatino, mengatakan hasil di Taolu World Cup 2026 akan menjadi bahan evaluasi menjelang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Menurutnya, kejuaraan dunia tersebut memberikan gambaran mengenai kekuatan para pesaing yang akan dihadapi Indonesia pada ajang multievent Asia tersebut.
“Hasil World Cup 2026 akan dijadikan bahan evaluasi melihat peta kekuatan lawan. Kami harap atlet wushu Indonesia bisa mempertahankan tradisi medali emas di Asian Games,” kata Ngatino.
