Jakarta — Penumpang pesawat disarankan memperbanyak minum air putih, terutama saat melakukan penerbangan berdurasi panjang. Anjuran ini berkaitan dengan kondisi udara di dalam kabin yang memiliki tingkat kelembapan jauh lebih rendah dibandingkan lingkungan di darat.
Udara yang kering membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui kulit dan setiap embusan napas. Kondisi tersebut dapat memicu berbagai gejala dehidrasi, seperti rasa haus, mulut kering, sakit kepala, pusing, hingga tubuh terasa lebih cepat lelah.
Mengapa Tubuh Lebih Mudah Dehidrasi di Pesawat?
Mengutip Health, tingkat kelembapan udara di dalam kabin pesawat jauh lebih rendah dibandingkan di permukaan bumi. Semakin lama seseorang berada di dalam pesawat, semakin besar pula risiko kehilangan cairan tubuh.
Dokter spesialis kedokteran perjalanan, Anamaría Teino, yang dikutip Finavia, menjelaskan bahwa pada ketinggian jelajah, udara di kabin menjadi lebih kering dan kadar oksigennya lebih rendah dibandingkan di permukaan tanah.
“Untuk setiap jam berada di pesawat, sebaiknya minum sekitar 0,2 hingga 0,4 liter air,” ujar Teino.
Rekomendasi tersebut sejalan dengan panduan Aerospace Medical Association (AsMA), yang menyarankan konsumsi sekitar 0,25 liter atau sekitar 277 mililiter air setiap jam selama penerbangan.
Dalam panduan Health Tips for Airline Travel, AsMA menjelaskan bahwa kelembapan udara di dalam kabin umumnya hanya sekitar 20 persen. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi mata, terutama pada orang yang sensitif.
Meski demikian, kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda. Gejala seperti sakit kepala, kelelahan, mual, dan mulut kering menjadi tanda yang perlu diwaspadai karena dapat mengindikasikan tubuh mulai mengalami kekurangan cairan.
Risiko dehidrasi juga lebih tinggi pada anak-anak, lansia, dan ibu hamil sehingga kelompok tersebut perlu lebih memperhatikan asupan cairan selama perjalanan udara.
Cara Tetap Terhidrasi Selama Penerbangan
Agar tubuh tetap terhidrasi saat bepergian menggunakan pesawat, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Minum air sebelum penerbanganMulailah mencukupi kebutuhan cairan beberapa jam sebelum keberangkatan dan jangan menunggu hingga merasa haus.
- Membawa botol minum sendiriGunakan botol minum atau tumbler yang dapat diisi ulang setelah melewati pemeriksaan keamanan bandara agar kebutuhan cairan lebih mudah dipenuhi.
- Minum sedikit tetapi rutinMengonsumsi air dalam jumlah kecil secara berkala membantu tubuh menyerap cairan lebih efektif dibandingkan minum dalam jumlah besar sekaligus.
- Mengonsumsi buah dan sayur yang kaya airSemangka, melon, stroberi, mentimun, tomat, dan seledri dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
- Membatasi konsumsi alkoholMinuman beralkohol dapat meningkatkan produksi urine sehingga mempercepat kehilangan cairan tubuh. Jika mengonsumsinya, imbangi dengan minum air putih.
- Memperhatikan konsumsi kafeinKopi dan teh masih dapat dikonsumsi dalam jumlah wajar, tetapi sebaiknya tidak berlebihan agar tidak terlalu sering buang air kecil.
- Tidak sengaja mengurangi minumMengurangi minum agar tidak bolak-balik ke toilet justru dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Berjalan menuju toilet sesekali juga membantu menjaga sirkulasi darah selama penerbangan.
