JAMBI – Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi resmi memberangkatkan personel menuju wilayah penugasan melalui Apel Pemberangkatan Satgas Karhutla yang digelar di Lapangan Hitam Makorem 042/Garuda Putih, Jambi, Kamis (2/7/2026).
Apel dipimpin oleh Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin selaku Pelaksana Harian (Plh.) Komandan Satgas Karhutla Provinsi Jambi.
Tampak menghadiri, Kasrem 042/Gapu, bersama para Kepala Seksi (Kasi) Korem 042/Gapu, Karo Ops Polda Jambi, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Direktur Polairud Polda Jambi, kepala dinas terkait, serta unsur stakeholder yang terlibat dalam penanganan Karhutla di Provinsi Jambi.
Dalam amanatnya, Brigjen TNI Nyamin menyampaikan bahwa apel pemberangkatan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Ia menjelaskan, personel yang diberangkatkan akan menempati 11 pos yang telah ditetapkan sebagai titik strategis dalam upaya pengendalian Karhutla di wilayah Provinsi Jambi.
“Hari ini kita memberangkatkan personel menuju 11 titik pos yang telah ditetapkan. Keberadaan pos-pos tersebut merupakan garda terdepan dalam upaya pencegahan, deteksi dini, patroli terpadu, edukasi masyarakat, serta respons cepat apabila terjadi titik api,” tegasnya.
Kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan, Brigjen TNI Nyamin memberikan sejumlah penekanan penting. Pertama, seluruh personel diminta melaksanakan tugas secara profesional, disiplin, dan penuh rasa tanggung jawab serta tidak lengah terhadap setiap potensi munculnya titik api. Kedua, mengutamakan langkah pencegahan melalui patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, dan deteksi dini agar kebakaran dapat dicegah sebelum meluas.
Selanjutnya, ia menekankan pentingnya membangun koordinasi yang solid dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari BPBD, Polda Jambi, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, pemerintah daerah hingga masyarakat di wilayah tugas masing-masing. Menurutnya, keberhasilan penanganan Karhutla hanya dapat dicapai melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat antarinstansi.
Selain itu, personel juga diinstruksikan untuk bertindak cepat, tepat, terukur, dan sesuai prosedur apabila menemukan titik api, sehingga potensi kebakaran dapat segera dikendalikan sebelum berkembang menjadi lebih besar. Di samping itu, keselamatan personel harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.
“Jaga keselamatan personel sebagai prioritas utama. Tidak ada keberhasilan operasi yang sebanding dengan keselamatan prajurit dan petugas di lapangan,” tegasnya.
Menutup amanatnya, Brigjen TNI Nyamin kembali menegaskan kepada seluruh petugas agar mengedepankan upaya pencegahan sebagai langkah utama dalam penanganan Karhutla. Dengan kesiapsiagaan personel, dukungan sarana dan prasarana, serta sinergi seluruh unsur terkait, diharapkan Provinsi Jambi dapat terhindar dari bencana kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, kesehatan, dan sosial ekonomi bagi masyarakat.
