Jakarta – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan penerbitan Panda Bonds di pasar keuangan Tiongkok sebagai bagian dari strategi diversifikasi pembiayaan dan penguatan stabilitas nilai tukar rupiah.
Rencana tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pembiayaan berbasis dolar Amerika Serikat sekaligus memperoleh sumber pendanaan dengan biaya yang lebih kompetitif.
“Untuk memperkuat nilai tukar, kami juga akan menerbitkan Panda Bonds di Tiongkok dengan bunga yang lebih rendah sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi. Jadi, diversifikasi kita, akan lebih baik lagi ke depan,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, dikutip Minggu (7/6/2026).
Purbaya menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional dan memperkuat ketahanan sistem keuangan di tengah dinamika ekonomi global.
Apa Itu Panda Bonds?
Panda Bonds merupakan instrumen surat utang atau obligasi yang diterbitkan dalam mata uang Renminbi (Yuan) oleh entitas asing dan dipasarkan di pasar obligasi domestik Tiongkok.
Mengacu pada informasi yang tersedia, penerbit Panda Bonds dapat berasal dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah negara lain, lembaga keuangan multilateral seperti Bank Dunia dan Asian Development Bank (ADB), hingga perusahaan asing.
Karena diterbitkan di pasar domestik Tiongkok, instrumen ini tunduk pada regulasi yang berlaku di negara tersebut. Investor utamanya umumnya berasal dari kalangan institusi keuangan lokal seperti bank, dana pensiun, dan manajer investasi di Tiongkok.
Nama “Panda Bonds” sendiri diambil dari panda yang merupakan salah satu simbol nasional Tiongkok. Penamaan semacam ini lazim digunakan dalam pasar keuangan internasional untuk membedakan obligasi asing yang diterbitkan di suatu negara.
Mengapa Indonesia Tertarik Menerbitkan Panda Bonds?
Penerbitan Panda Bonds dinilai dapat memberikan sejumlah manfaat bagi Indonesia, terutama dalam memperluas sumber pembiayaan negara.
Dengan mengakses pasar obligasi Tiongkok yang memiliki basis investor besar, pemerintah berpotensi memperoleh pembiayaan dengan tingkat bunga yang lebih rendah dibandingkan instrumen yang berbasis dolar AS.
Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi pendanaan agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada satu mata uang maupun satu pasar keuangan tertentu.
Manfaat Panda Bonds bagi Indonesia
Berikut sejumlah manfaat yang diharapkan dari penerbitan Panda Bonds:
1. Diversifikasi Sumber Pembiayaan
Panda Bonds membuka akses terhadap pasar keuangan Tiongkok yang merupakan salah satu pasar obligasi terbesar di dunia. Hal ini memungkinkan Indonesia memperoleh alternatif sumber pendanaan di luar pasar berbasis dolar AS.
2. Biaya Pinjaman Lebih Kompetitif
Tingkat suku bunga di pasar obligasi Tiongkok dinilai relatif lebih rendah sehingga dapat menjadi pilihan pembiayaan yang lebih efisien bagi pemerintah.
3. Memperluas Basis Investor
Penerbitan Panda Bonds memberikan akses kepada investor institusional di Tiongkok yang memiliki kapasitas investasi besar. Dengan demikian, peluang penyerapan obligasi menjadi lebih luas.
4. Mengurangi Ketergantungan pada Dolar AS
Penggunaan Yuan sebagai salah satu mata uang pembiayaan dapat membantu mengurangi dominasi dolar dalam struktur utang negara. Langkah ini juga dinilai dapat memperkuat ketahanan ekonomi ketika terjadi gejolak nilai tukar global.
Bagian dari Strategi Stabilitas Ekonomi
Rencana penerbitan Panda Bonds menjadi salah satu strategi yang dibahas dalam rapat terbatas antara Presiden Prabowo Subianto, jajaran Kabinet Merah Putih, dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Pembahasan tersebut berfokus pada upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi yang sedang berlangsung.
