Jakarta – Masalah pencernaan pada anak masih kerap dianggap sebagai kondisi yang wajar oleh banyak orang tua. Padahal, saluran cerna tidak hanya berfungsi mengolah makanan menjadi energi, tetapi juga berperan penting dalam penyerapan nutrisi, pertumbuhan, perkembangan, hingga kenyamanan anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Gangguan pencernaan yang terjadi berulang dapat menjadi tanda adanya ketidakseimbangan mikrobiota usus, yaitu kumpulan mikroorganisme yang hidup di dalam saluran cerna. Jika kondisi tersebut terjadi sejak usia dini, dampaknya tidak hanya memengaruhi kesehatan pencernaan, tetapi juga berpotensi mengganggu tumbuh kembang anak secara keseluruhan.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi Anak, Ariani Dewi Widodo, menjelaskan bahwa kesehatan saluran cerna memiliki peran yang jauh lebih luas dibandingkan yang selama ini dipahami masyarakat.
“Saluran cerna anak bukan hanya organ pencernaan, melainkan sistem yang kompleks dan terus berkembang. Keseimbangan mikrobiota usus sangat penting karena berpengaruh besar terhadap penyerapan nutrisi dan kenyamanan anak sehari-hari,” ujar Ariani dalam keterangan tertulis.
Menurut Ariani, kesehatan saluran cerna tidak hanya menjadi isu medis, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas hidup anak dan keluarga. Oleh karena itu, menjaga kesehatan pencernaan sejak dini menjadi langkah penting agar anak dapat tumbuh dengan nyaman, aktif, serta mencapai potensi tumbuh kembang secara optimal.
Tiga Tanda Pencernaan Anak Sehat
Untuk membantu orang tua mengenali kondisi pencernaan anak, para ahli memperkenalkan konsep Triple Signs atau tiga indikator sederhana kesehatan saluran cerna.
1. Golden Poop
Tanda pertama adalah golden poop, yaitu kondisi feses dengan warna dan konsistensi yang normal. Umumnya ditandai dengan warna kuning keemasan, tidak terlalu cair, dan tidak terlalu keras.
2. Frekuensi Buang Air Besar Teratur
Indikator kedua adalah frekuensi buang air besar yang teratur dan sesuai dengan usia anak. Pola BAB yang normal dapat menjadi salah satu tanda bahwa sistem pencernaan bekerja dengan baik.
3. Risiko Gangguan Pencernaan yang Rendah
Tanda ketiga adalah rendahnya risiko gangguan saluran cerna. Kondisi ini ditunjukkan dengan anak yang lebih jarang mengalami keluhan pencernaan berulang.
Ketiga indikator tersebut mencerminkan keseimbangan mikrobiota usus yang baik serta fungsi pencernaan yang berjalan optimal. Apabila tanda-tanda tersebut tidak terpenuhi secara konsisten, orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan guna mendapatkan penanganan yang tepat.
Dampak Pencernaan Sehat bagi Tumbuh Kembang Anak
Kesehatan saluran cerna memiliki hubungan erat dengan berbagai aspek tumbuh kembang anak. Ketika sistem pencernaan berfungsi dengan baik, manfaatnya dapat dirasakan dalam berbagai sisi kehidupan anak, mulai dari suasana hati hingga pertumbuhan fisik.
Anak dengan sistem pencernaan yang sehat cenderung merasa lebih nyaman sehingga lebih ceria dan aktif dalam beraktivitas. Kondisi tersebut juga dapat mendukung perkembangan kognitif, kemampuan motorik, serta keterampilan sosial.
Selain itu, penyerapan nutrisi yang optimal berperan penting dalam menunjang pertumbuhan fisik, termasuk berat badan dan tinggi badan yang sesuai dengan usianya.
Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Ray Wagiu Basrowi, mengatakan bahwa peningkatan literasi masyarakat mengenai kesehatan saluran cerna perlu terus dilakukan agar orang tua dapat memahami kondisi anak secara lebih menyeluruh.
“Kami menyadari bahwa kekhawatiran orang tua terhadap anak yang kurang nafsu makan, kurang nyaman, atau pertumbuhannya belum optimal sering kali berakar dari masalah pencernaan yang tidak disadari,” ujar Ray.
Menurutnya, edukasi berbasis sains serta pemanfaatan teknologi dapat membantu orang tua memantau kondisi saluran cerna anak dengan lebih mudah. Dengan begitu, langkah yang tepat dapat segera dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Kesehatan pencernaan bukan hanya soal anak terhindar dari sakit perut atau sembelit. Saluran cerna yang sehat menjadi fondasi penting bagi penyerapan nutrisi, pertumbuhan, perkembangan, hingga kualitas hidup anak secara keseluruhan,” katanya.
