Kuala Tungkal – Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) PAMSAKA Universitas Islam An-Nadwah Kuala Tungkal memasuki babak baru kepemimpinan setelah Betaria Kriswanda terpilih sebagai Ketua Umum Terpilih melalui Musyawarah Besar (Mubes) yang di tetapkan pada selasa 22/09/2026.
Mubes di gelar selama 5 hari, dari tanggal 18-22 September 2026 dengan mengangkat tema “Membangun Kepemimpinan yang Berintegritas untuk Mewujudkan Kebersamaan Semangat Mapala Pamsaka dalam Membangun Generasi yang Tangguh.” Forum tersebut menjadi momentum regenerasi sekaligus ruang evaluasi untuk menentukan arah organisasi ke depan.
Sejumlah agenda dibahas dalam Mubes, mulai dari penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan, evaluasi periode sebelumnya, pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), debat serta tanya jawab calon ketua, hingga pemilihan Ketua Umum Periode 2026/2027.
Dalam pemilihan tersebut, tiga kandidat bersaing memperoleh mandat Ketua Umum, yakni Betaria Kriswanda, M. Rizqi Al Fauzan, dan Putri Nuzullah R. Setelah melalui rangkaian proses pemilihan dalam forum Mubes, Betaria Kriswanda Angkatan ke 11 Mapala Pamsaka degan nomor register ( MP.11.81.STAIA ), akhirnya dipercaya memimpin Mapala Pamsaka untuk periode kepengurusan 2026/2027.
Dalam visi yang ditawarkannya, Betaria membawa gagasan untuk menjadikan Mapala Pamsaka sebagai organisasi pecinta alam yang unggul, profesional, terus belajar, dan berdaya saing di berbagai bidang kegiatan alam bebas, seperti climbing, rafting, caving, gunung hutan, serta lingkungan hidup.
Selain penguatan kemampuan teknis, visi tersebut juga menempatkan Mapala Pamsaka sebagai bagian dari gerakan pelestarian lingkungan sekaligus wadah pembentukan karakter kader yang tangguh, solid, dan berintegritas.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Betaria membawa sejumlah misi, di antaranya peningkatan profesionalisme teknis melalui penyusunan SOP pada setiap divisi, penguatan sistem kaderisasi berkelanjutan, aksi lingkungan yang lebih nyata melalui konservasi dan edukasi, perluasan kerja sama dengan organisasi pecinta alam lainnya, peningkatan transparansi dan eksistensi organisasi, serta penguatan solidaritas internal.
Sementara itu, program unggulan yang ditawarkan mencakup program kurikulum dan penguatan organisasi, yang diarahkan untuk membangun sistem pembelajaran serta tata kelola organisasi yang lebih terstruktur.
Usai terpilih, Betaria menyampaikan bahwa kepemimpinan yang akan dijalankan bukanlah perjuangan seorang diri.
“Kepercayaan ini adalah amanah yang harus kita jalankan bersama. Saya ingin Mapala Pamsaka menjadi tempat bagi setiap kader untuk belajar, berkembang, berproses dan berani mengambil tanggung jawab. Perbedaan pilihan dalam Mubes harus kita tinggalkan sebagai bagian dari proses, karena setelah ini kita memiliki satu tujuan yang sama,” ujar Betaria.
Ia juga menekankan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada program kerja, tetapi pada kekompakan orang-orang yang menjalankannya.
“Saya tidak ingin hanya menjadi ketua yang menjalankan organisasi, tetapi ingin kita bersama-sama membangun rumah besar Mapala Pamsaka. Kalau kita solid, mau terus belajar dan saling menguatkan, saya percaya kita bisa membawa organisasi ini tumbuh lebih profesional tanpa kehilangan nilai kekeluargaan,” tambahnya.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, Mapala Pamsaka diharapkan mampu memperkuat kapasitas anggota di bidang kegiatan alam bebas, meningkatkan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan, serta melahirkan kader yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga karakter dan integritas.
Regenerasi melalui Mubes pun menjadi awal bagi perjalanan baru Mapala Pamsaka. Bukan sekadar mengganti siapa yang memimpin, tetapi menentukan bagaimana organisasi akan tumbuh, belajar, bergerak, dan meninggalkan manfaat bagi generasi berikutnya. (*)
