Penulis : Redaksi

Jakarta — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor fesyen menyambut positif kerja sama antara METRO Department Store dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang membuka akses pemasaran produk UMKM ke jaringan ritel modern.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di gerai METRO, Trans Studio Mall Cibubur, Kamis (9/7).

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pemasaran produk UMKM agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas melalui jaringan ritel modern.

Acara tersebut dihadiri Presiden Komisaris METRO Department Store Anita Ratnasari Tanjung, Menteri Perdagangan Budi Santoso, 11 pelaku UMKM yang produknya telah lolos kurasi METRO, serta 40 pelaku UMKM yang akan mengikuti tahap kurasi berikutnya.

Pelaku UMKM Optimistis Pasar Semakin Luas

Salah satu pelaku UMKM fesyen, Eka Adrianie, mengaku kerja sama ini menjadi pengalaman pertamanya memasarkan produk melalui jaringan ritel modern.

Sebelumnya, produk busana wastra milik pemilik merek Dots Indonesia tersebut dipasarkan secara daring dan melalui berbagai pameran.

Eka berharap kehadiran produknya di METRO dapat meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jangkauan pasar.

“Harapannya pastinya, penjualan saya meningkat, market saya semakin melebar, enggak sebatas pada online saja, tapi juga lebih ke orang-orang yang mencintai wastra Indonesia kontemporer pada umumnya,” ujar Eka.

Ia menjelaskan produknya dapat masuk ke METRO setelah mendapat fasilitasi dari Kementerian Perdagangan dan melalui proses kurasi yang menitikberatkan pada kualitas produk serta kekuatan merek.

Harapan serupa disampaikan Ade Cahya Tristyanthi, pemilik merek Cya Wardrobe.

Pelaku UMKM asal Bandung itu berharap produknya semakin dikenal masyarakat di berbagai kota setelah bergabung dengan jaringan ritel METRO.

“Memang Cya Wardrobe ini masih UMKM kecil dari Bandung, dan kita pengennya lebih dikenal lagi sama masyarakat. Lebih reach out ke masyarakat yang enggak cuma di Bandung saja, tapi di Jakarta dan kota-kota besar lain,” ujar Ade.

Ade mengatakan koleksi busana yang diproduksinya menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan.

METRO Buka Peluang bagi Produk UMKM Lain

Presiden Komisaris METRO Department Store Anita Ratnasari Tanjung mengatakan perusahaan tidak hanya membuka peluang bagi produk fesyen.

Menurutnya, berbagai produk UMKM lain yang memenuhi standar kualitas dan lolos proses kurasi juga berkesempatan dipasarkan melalui METRO.

“Pastinya setelah dikurasi, kita akan menambah program-program dari UMKM, tidak hanya dari pakaian pria dan wanita. Nanti apa pun yang setelah lulus dari kurasi, pasti kita akan mengembangkannya. Kita akan support,” ucap Anita.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan optimistis produk UMKM yang dipasarkan melalui METRO mampu bersaing di pasar.

Ia juga mengajak masyarakat mendukung produk lokal dengan berbelanja di METRO.

“Belanjalah di METRO Department Store, karena semua produknya sudah dikurasi sehingga kualitasnya terjamin dengan baik,” ujar Budi saat meninjau produk-produk UMKM terpilih di METRO.