Penulis : Redaksi

JAKARTA – Mantan Ketua Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), Alan Greenspan, meninggal dunia pada usia 100 tahun pada Senin (22/6).

Kepergian Greenspan menandai berakhirnya perjalanan salah satu tokoh ekonomi paling berpengaruh dalam sejarah modern Amerika Serikat. Selama hampir dua dekade memimpin The Fed, ia dikenal luas sebagai arsitek berbagai kebijakan moneter yang membentuk arah perekonomian AS dan pasar keuangan global.

Mengutip CNBC, Greenspan juga dikenal dengan julukan “The Maestro” karena pengaruh dan reputasinya dalam dunia ekonomi.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh istrinya, Andrea Mitchell. Ia mengatakan Greenspan meninggal dunia di kediamannya akibat komplikasi penyakit parkinson.

“Dia adalah sosok besar yang membentuk perekonomian AS selama beberapa dekade di bawah presiden dari kedua partai, tetapi selalu jujur dalam mengakui kesalahannya,” kata Mitchell.

“Dia akan dikenang karena kecerdasan dan kebaikannya. Menjadi pasangan hidupnya adalah kebahagiaan dalam hidup saya,” lanjutnya.

Memimpin The Fed Selama Hampir Dua Dekade

Alan Greenspan pertama kali ditunjuk sebagai Ketua Federal Reserve pada 1987 oleh Presiden Amerika Serikat ke-40, Ronald Reagan.

Ia kemudian tetap memimpin bank sentral tersebut hingga pensiun pada 2006, menjadikannya salah satu pemimpin The Fed dengan masa jabatan terpanjang dalam sejarah.

Karier Greenspan di Federal Reserve tercatat sebagai masa jabatan terlama kedua setelah William McChesney Martin, yang memimpin lembaga tersebut pada periode 1951 hingga 1970.

Selama berada di kursi pimpinan The Fed, Greenspan mengawasi berbagai fase penting perekonomian Amerika Serikat, termasuk pertumbuhan pesat pasar saham dan sejumlah periode gejolak ekonomi.

Kebijakan-kebijakan yang diterapkannya kerap menjadi rujukan bagi pelaku pasar dan pembuat kebijakan di berbagai negara.

Warisan yang Tetap Menjadi Perdebatan

Meski dikenal sebagai tokoh berpengaruh dalam dunia ekonomi, warisan Greenspan tidak lepas dari kontroversi.

CNBC melaporkan bahwa sejumlah pihak menilai kebijakan moneter longgar yang diterapkan selama masa kepemimpinannya turut berkontribusi terhadap munculnya krisis keuangan global 2007 hingga 2009.

Pandangan tersebut membuat peran Greenspan dalam sejarah ekonomi modern kerap menjadi bahan perdebatan di kalangan ekonom dan pengamat kebijakan moneter.

Namun demikian, pengaruhnya terhadap perkembangan ekonomi Amerika Serikat dan sistem keuangan global tetap diakui secara luas.

The Fed Sampaikan Belasungkawa

Federal Reserve turut menyampaikan pernyataan resmi atas wafatnya mantan ketuanya tersebut.

Lembaga itu menyatakan kehilangan Greenspan dengan kesedihan yang mendalam dan mengenang kontribusinya terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.

“Kontribusinya terhadap kebijakan moneter dan pemikiran ekonomi meninggalkan jejak abadi pada lembaga ini, pada bidang ekonomi yang lebih luas, dan pada negara ini,” demikian pernyataan resmi The Fed.

Greenspan dikenang sebagai salah satu figur sentral dalam dunia ekonomi global yang pengaruh kebijakannya masih menjadi bahan kajian hingga saat ini.