Kompromi Kredensial: Bukti Kelemahan Kontrol Akses
Pihak terkait mengakui bahwa terjadi transaksi yang bukan dilakukan oleh nasabah, yang berarti terdapat akses tidak sah menggunakan kredensial yang valid.
Dalam perspektif penetration testing, ini mengindikasikan:
- lemahnya mekanisme autentikasi
- potensi tidak efektifnya multi-factor authentication (MFA)
- atau kemungkinan sistem dapat dilewati (bypass)
Lebih mengkhawatirkan, pihak bank tidak dapat memastikan implementasi MFA karena sistem berada di bawah kendali pihak ketiga.
Ketidakmampuan memastikan kontrol keamanan dasar seperti MFA merupakan indikator lemahnya pengawasan internal.
Ketergantungan pada Pihak Ketiga: Risiko yang Tidak Dikelola
Pernyataan bahwa sistem berada dalam “kendali penuh pihak ke-3” menimbulkan persoalan serius.
Dalam regulasi Otoritas Jasa Keuangan, khususnya terkait manajemen risiko teknologi informasi, penggunaan vendor tidak menghapus tanggung jawab bank.
Bank tetap wajib:
- melakukan pengawasan
- memastikan standar keamanan terpenuhi
- dan memiliki kontrol atas sistem kritikal
Ketergantungan tanpa kontrol adalah bentuk kegagalan governance, bukan sekadar keputusan teknis.
