Penulis : Redaksi

JAKARTA – Mohammad Hatta, Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, merupakan salah satu tokoh bangsa yang pernah menempuh pendidikan tinggi di Belanda. Salinan ijazahnya bahkan dipamerkan di Erasmus University Rotterdam (EUR), universitas yang dahulu bernama Nederlandse Handelshogeschool.

Dilansir dari Erasmus Magazine, ijazah Bung Hatta dipajang di aula sebuah bangunan yang diberi nama Hatta Building. Nama tersebut digunakan untuk menghormati perjuangan Hatta dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Bung Hatta menempuh pendidikan di Belanda pada 1921–1932. Selama berada di negara tersebut, ia aktif dalam organisasi Perhimpunan Indonesia dan terpilih menjadi ketua pada periode 1926–1930.

Namun, Hatta bukan satu-satunya tokoh Indonesia yang menempuh pendidikan ekonomi di Rotterdam. Soemitro Djojohadikusumo, ekonom sekaligus ayah Presiden Prabowo Subianto, juga pernah belajar di perguruan tinggi tersebut.

Soemitro Djojohadikusumo Menempuh Studi Ekonomi di Belanda

Mengutip laman media keuangan Kementerian Keuangan RI, Soemitro lahir di Kebumen pada 29 Mei 1917. Ia berangkat ke Belanda pada 1935 untuk menempuh studi ekonomi di Nederlandse Economische Hogeschool di Rotterdam.

Dua tahun kemudian, Soemitro memperdalam filsafat dan sejarah di Universitas Paris, yang dikenal melalui Collège de Sorbonne atau La Sorbonne.

Pengalamannya di Eropa berlangsung ketika kawasan tersebut menghadapi perubahan besar akibat krisis ekonomi dan meningkatnya ketegangan menjelang perang.

Setelah kembali ke Belanda, Soemitro menyusun disertasi berjudul Het Volkscredietwezen in de Depressie, yang berarti kredit rakyat di masa depresi. Penelitiannya berlangsung di tengah invasi Nazi Jerman pada 1940.

Ia akhirnya meraih gelar doktor ekonomi pada 1943, ketika berusia 26 tahun.

Disertasi tersebut kemudian menjadi salah satu karya yang relevan dalam pembahasan ekonomi Indonesia pascakemerdekaan, terutama terkait sistem kredit rakyat dan dinamika ekonomi pada masa krisis.

Belajar dari Peraih Nobel Ekonomi Jan Tinbergen

Selama menempuh pendidikan di Rotterdam, Soemitro pernah belajar kepada Profesor Jan Tinbergen, ekonom yang menjadi salah satu penerima pertama Nobel Ekonomi.

Dari Tinbergen, Soemitro mempelajari pentingnya kebijakan ekonomi yang terukur, termasuk prinsip penggunaan instrumen kebijakan yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.

Pemikiran tersebut kemudian menjadi salah satu landasan dalam pendekatannya terhadap kebijakan ekonomi Indonesia.

Dalam buku Pelaku Berkisah, Ekonomi Indonesia 1950-an Sampai 1990-an, Soemitro menjelaskan alasan dirinya menempuh pendidikan di Rotterdam.

“Dengan pengorbanan yang besar, orang tua saya mengirimkan saya ke Rotterdam untuk belajar di Sekolah Ilmu Ekonomi Belanda (sekarang Erasmus University),” katanya.

Soemitro mengakui bahwa pada awalnya ia tidak tertarik untuk mempelajari ekonomi. Namun, keinginannya memahami persoalan di tanah air dan perkembangan dunia mendorongnya mendalami bidang tersebut.

“Tapi saya ingin mengerti apa yang terjadi di negeri saya dan dunia,” akunya.

Jejak Pendidikan dan Perjuangan Dua Tokoh Indonesia

Pengalaman pendidikan Mohammad Hatta dan Soemitro Djojohadikusumo di Belanda memperlihatkan bagaimana pendidikan di luar negeri menjadi bagian dari perjalanan intelektual sejumlah tokoh Indonesia.

Hatta dikenal melalui perjuangannya dalam Perhimpunan Indonesia dan perannya dalam kemerdekaan. Sementara itu, Soemitro berkontribusi dalam pemikiran ekonomi dan perumusan kebijakan ekonomi Indonesia.

Keduanya memiliki latar belakang serta perjalanan karier berbeda, tetapi sama-sama pernah menempuh pendidikan di Rotterdam pada masa sebelum Indonesia merdeka.