Jakarta — Sean “Diddy” Combs alias P Diddy dilaporkan dipindahkan ke sel isolasi di Lembaga Pemasyarakatan FCI Fort Dix, New Jersey, setelah diduga melakukan pelanggaran disiplin terkait penyelundupan barang terlarang ke dalam penjara.
Pemindahan tersebut dilakukan setelah laporan investigasi NBC News mengungkap dugaan gaya hidup mewah P Diddy selama menjalani hukuman. Ia dilaporkan menyelundupkan ponsel dan minuman beralkohol serta membayar sejumlah narapidana untuk menjadi pengawal dan petugas kebersihan pribadinya.
Tindakan indisipliner tersebut dilaporkan dapat berdampak terhadap masa tahanan P Diddy. Jadwal pembebasannya yang sebelumnya dimajukan menjadi 21 Januari 2028 kini disebut tengah dipertimbangkan untuk diundur kembali.
Jadwal Bebas P Diddy Berpotensi Berubah
Deadline pada Kamis (1/10) melaporkan bahwa otoritas lembaga pemasyarakatan menilai dugaan pelanggaran disiplin tersebut dapat menimbulkan konsekuensi terhadap masa hukuman P Diddy.
Durasi P Diddy menjalani isolasi belum dipastikan. Namun, sanksi tambahan tersebut berpotensi membatalkan potongan masa tahanan yang sebelumnya diperoleh melalui program rehabilitasi narkoba.
Biro Penjara Federal (BOP) menegaskan bahwa penyelundupan barang terlarang seperti ponsel, narkotika, dan senjata merupakan tantangan yang terus dihadapi lembaga pemasyarakatan dan ditindak berdasarkan program kedisiplinan narapidana.
P Diddy saat ini menjalani hukuman 50 bulan sejak Juli 2025 setelah dinyatakan bersalah atas dua dakwaan terkait transportasi untuk prostitusi. Ia sebelumnya terbebas dari potensi hukuman seumur hidup dalam persidangan atas dakwaan konspirasi pemerasan dan perdagangan seks.
Juru Bicara Pertanyakan Kebocoran Informasi dari Lapas
Juda Engelmayer, juru bicara P Diddy, mempertanyakan bagaimana rekaman dan informasi mengenai kliennya dari dalam fasilitas pemasyarakatan federal dapat beredar ke publik.
“Ada hal yang aneh dari semua ini. Seseorang tampaknya bisa merekam Sean di dalam penjara, dan berbagai cerita terus bermunculan dari dalam fasilitas tersebut secara real-time,” ujar Engelmayer.
Ia juga mempertanyakan bagaimana rekaman dan informasi tersebut dapat keluar dari fasilitas federal.
“Namun, fokusnya tidak terelakkan jatuh pada sosok selebriti karena dialah orang yang dikenali semua orang. Ada pertanyaan sah tentang bagaimana rekaman dan informasi bisa keluar dari penjara federal sejak awal.”
Engelmayer menilai pemberitaan yang berfokus pada P Diddy sebagai narapidana terkenal dapat mengesampingkan pertanyaan mengenai bagaimana materi tersebut diperoleh dan disebarkan.
“Berfokus hampir secara eksklusif pada narapidana terkenal mungkin menjadi judul berita paling mudah, tetapi mengabaikan pertanyaan yang lebih luas tentang bagaimana materi ini diperoleh dan disebarkan,” tuturnya.
P Diddy Masih Menghadapi Penyelidikan Lain
Selain persoalan kedisiplinan selama berada di penjara dan proses banding dalam kasus utamanya, P Diddy juga masih menghadapi penyelidikan hukum lain di Pantai Barat Amerika Serikat.
Kantor Kejaksaan Wilayah Los Angeles County mengonfirmasi masih meninjau laporan kepolisian terkait dugaan kekerasan seksual yang diajukan produser musik Jonathan Hay atas insiden pada 2020.
Tuduhan tersebut secara konsisten dibantah oleh P Diddy.
Dengan adanya persoalan disiplin di dalam lapas, jadwal pembebasan P Diddy yang sebelumnya ditetapkan pada 21 Januari 2028 masih menjadi perhatian, terutama terkait kemungkinan pencabutan potongan masa tahanan yang pernah diperolehnya.
