Penulis : Redaksi

JAKARTA — Identitas perempuan yang membawa alat peledak dalam ledakan bom di sebuah restoran di Moskow, Rusia, Sabtu (1/8), masih belum diketahui. Penyelidik menduga perempuan tersebut kemungkinan besar tidak menyadari isi paket yang dibawanya.

Ledakan terjadi di restoran Balzi Rossi, Kudrinskaya Square. Menurut Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin, insiden tersebut menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 21 lainnya.

Menurut otoritas, bom meledak sebelum perempuan tersebut sempat masuk ke sebuah acara privat.

Ledakan menewaskan penjaga keamanan yang menghentikannya, seorang pelanggan, serta perempuan yang membawa alat itu sendiri.

“Kemarin, serangan teroris brutal terjadi di Moskow, merenggut nyawa beberapa orang,” kata Sobyanin.

“Mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan ini pasti akan ditemukan dan menghadapi hukuman yang pantas,” imbuhnya, tanpa merinci motif atau siapa dalang di baliknya.

Perempuan Diduga Tak Mengetahui Isi Paket

Menurut harian bisnis Kommersant, seorang penjaga keamanan mulai curiga terhadap perempuan tersebut ketika ia mendekati lokasi sebagai kurir.

Perempuan itu membawa sebuah kotak yang disebutnya sebagai hadiah. Penjaga keamanan kemudian memutuskan untuk memeriksa kotak tersebut.

Alat peledak itu meledak saat pemeriksaan dilakukan.

Penyelidik menduga bom diledakkan dari jarak jauh. Berdasarkan laporan awal Kommersant, perempuan yang membawa paket tersebut kemungkinan besar tidak mengetahui isinya.

Otoritas juga belum memastikan apakah perempuan itu sengaja meledakkan alat tersebut.

Menurut Kommersant, alat peledak itu memiliki daya ledak setara satu kilogram TNT dan diisi bantalan peluru logam untuk memperbesar jumlah korban.

Sasaran yang tampak dituju adalah tamu dalam acara privat di teras restoran.

Menurut sumber Kommersant, acara tersebut dijaga ketat. Pengamanan itu kemungkinan mencegah jatuhnya korban lebih banyak.

Stasiun televisi pro-Kremlin, REN TV, kemudian melaporkan dua korban yang dirawat di rumah sakit telah meninggal dengan mengutip satu sumber.

Namun, klaim tersebut belum dikonfirmasi oleh pejabat resmi.

Ledakan itu memicu pengerahan tim investigasi serta sejumlah besar personel polisi dan petugas darurat ke lokasi kejadian di distrik Presnensky, pusat Moskow.

Hingga kini, otoritas Rusia belum menuduh adanya kaitan Ukraina dalam kasus tersebut.

Namun, Moskow sebelumnya kerap menuding Kyiv atas serangkaian pembunuhan atau upaya pembunuhan terhadap pejabat militer senior Rusia sejak perang berlangsung.