JAKARTA – Sebuah penelitian dari Universitas Tsukuba, Jepang, mengungkap bahwa mengonsumsi sparkling water atau air berkarbonasi tanpa pemanis berpotensi membantu mengurangi kelelahan otak saat melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, seperti bermain video game.
Selain menekan rasa lelah mental, minuman tersebut juga disebut mampu meningkatkan rasa nyaman dan menjaga kemampuan mengambil keputusan selama aktivitas berlangsung.
Temuan ini membuka peluang penggunaan sparkling water sebagai alternatif yang lebih sehat dibanding minuman manis atau berenergi yang umum dikonsumsi saat tubuh mengalami kelelahan mental.
Sensasi Karbonasi Diduga Merangsang Aktivitas Otak
Tim peneliti menduga sensasi gelembung karbonasi yang terasa tajam di mulut dan tenggorokan mampu merangsang saraf tertentu yang berhubungan dengan fokus dan kenyamanan.
Salah satu peneliti menyebut efek tersebut tidak hanya berpotensi bermanfaat bagi pemain gim, tetapi juga bagi pekerja yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer.
“Air dengan kandungan karbonasi tinggi juga efektif untuk orang dewasa yang bekerja dan menghabiskan hari-hari mereka di depan komputer,” kata salah satu peneliti, dikutip dari The Japan News.
Penelitian ini dipimpin oleh Shion Takahashi, mahasiswa doktoral Universitas Tsukuba, bersama Takashi Matsui, profesor madya bidang biokimia olahraga.
Penelitian Libatkan Pemain Gim Selama Tiga Jam
Dalam penelitian tersebut, tim melibatkan 14 peserta dengan usia rata-rata 22,9 tahun.
Seluruh peserta diminta memainkan gim e-sports sepak bola selama tiga jam.
Selama sesi permainan, peserta:
- Meminum sparkling water tanpa pemanis setiap satu jam.
- Menjalani pengukuran tingkat kelelahan secara berkala.
- Dicek kadar glukosa darah.
- Dipantau denyut jantung.
Pada hari berbeda, para peserta menjalani prosedur yang sama menggunakan air putih tanpa karbonasi sebagai pembanding.
Hasil Studi: Fokus Lebih Terjaga
Hasil penelitian menunjukkan peserta yang mengonsumsi sparkling water mengalami peningkatan yang lebih kecil dalam rasa lelah dibandingkan saat hanya minum air biasa.
Selain itu, mereka juga melaporkan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi selama bermain.
Kemampuan mengambil keputusan, baik dari sisi kecepatan maupun ketepatan, juga dinilai lebih stabil dibanding kelompok pembanding.
Menariknya, peserta yang meminum sparkling water tercatat melakukan lebih sedikit pelanggaran selama permainan, yang dianggap sebagai indikasi meningkatnya kontrol diri.
Tidak Menambah Beban Metabolik
Penelitian juga mengukur kadar glukosa darah dan hormon stres dari sampel air liur.
Hasilnya tidak menunjukkan perbedaan berarti antara konsumsi sparkling water dan air biasa.
Temuan tersebut mengindikasikan sparkling water tanpa pemanis tidak memberikan beban metabolik tambahan seperti yang sering dikaitkan dengan minuman tinggi gula.
Menurut Takashi Matsui, sensasi karbonasi diduga diteruskan menuju batang otak sehingga memengaruhi aktivitas saraf.
“Dalam kehidupan nyata, jika kita minum air berkarbonasi tinggi alih-alih minuman manis, kita mungkin bisa menghindari membuat komentar yang tidak perlu kepada orang-orang di sekitar kita, bahkan ketika kita lelah,” ujar Matsui sambil berkelakar.
Bukan Semua Minuman Bersoda Memiliki Efek yang Sama
Meski hasil penelitian cukup menjanjikan, peneliti menegaskan bahwa minuman yang digunakan dalam studi ini adalah sparkling water murni tanpa tambahan gula maupun pemanis.
Artinya, hasil penelitian tersebut tidak dapat disamakan dengan minuman bersoda manis atau minuman berkarbonasi yang mengandung gula tinggi.
Karena itu, masyarakat tetap disarankan memilih minuman secara bijak dan tidak menganggap semua minuman berkarbonasi memiliki manfaat yang sama.
