Jakarta — Sayuran hijau seperti selada, bayam, sawi, brokoli, dan kale merupakan sumber vitamin, mineral, serta serat yang baik bagi tubuh. Namun, jenis sayuran ini juga termasuk bahan pangan yang rentan terkontaminasi bakteri penyebab penyakit apabila tidak dicuci dengan benar sebelum dikonsumsi.
Dikutip dari Everyday Health, para ahli menjelaskan bahwa sayuran berdaun hijau tumbuh dekat permukaan tanah sehingga berisiko terpapar tanah, air irigasi, maupun kotoran hewan. Risiko tersebut semakin tinggi karena sebagian besar sayuran hijau kerap dikonsumsi dalam kondisi mentah.
“Sayuran berdaun sering dikaitkan dengan wabah penyakit bawaan makanan karena dikonsumsi tanpa melalui proses yang dapat membunuh mikroorganisme setelah dipanen dari lahan,” ujar Direktur Pusat Keamanan Pangan sekaligus Profesor Ilmu Pangan di University of Georgia, Francisco Diez-Gonzalez.
Meski tidak ada cara yang dapat menghilangkan seluruh mikroorganisme, para ahli menilai pemilihan, pencucian, dan penyimpanan yang benar dapat membantu menurunkan risiko keracunan makanan.
Cara Mencuci Sayuran Hijau yang Benar
Sebelum mulai mencuci sayuran, pastikan tangan dan seluruh peralatan dapur dalam kondisi bersih untuk mencegah kontaminasi silang.
Berikut langkah-langkah yang disarankan:
- Cuci tangan, talenan, pisau, meja dapur, dan peralatan lainnya menggunakan air hangat dan sabun.
- Jika sayuran terlihat berpasir atau sangat kotor, rendam terlebih dahulu di dalam air dingin sambil digerakkan perlahan agar kotoran terlepas.
- Angkat daun satu per satu, lalu bilas di bawah air mengalir hingga bersih.
- Keringkan menggunakan salad spinner atau tisu dapur bersih untuk mengurangi sisa air sekaligus membantu memperlambat pembusukan.
“Proses pencucian dapat mengurangi sekitar 90 persen mikroba yang menempel di permukaan daun, dan mengeringkannya dengan tisu membantu menyempurnakan proses tersebut,” kata Diez-Gonzalez.
Perlukah Sayuran Direbus Sebentar?
Untuk sayuran bertekstur lebih kokoh seperti kale, brokoli, dan bayam, para ahli menyarankan teknik blanching atau merebus sebentar sebagai langkah tambahan untuk meningkatkan keamanan pangan.
Caranya, masukkan sayuran ke dalam air mendidih selama beberapa saat, kemudian segera pindahkan ke dalam air es agar proses pemasakan berhenti.
Pakar keamanan pangan dari Penn State University, Martin Bucknavage, menjelaskan teknik blanching juga umum dilakukan sebelum sayuran dibekukan karena dapat membantu menjaga warna dan tekstur.
“Blanching juga menghancurkan kuman, sehingga memang memiliki fungsi sanitasi,” ujarnya.
Namun, metode tersebut tidak disarankan untuk sayuran bertekstur lembut seperti selada karena dapat mengurangi kerenyahan dan cita rasanya.
Hindari Mencuci Sayuran dengan Sabun
Para ahli mengingatkan masyarakat agar tidak mencuci sayuran menggunakan sabun, pemutih, maupun cairan pembersih rumah tangga.
Residu bahan kimia tersebut dapat terserap ke dalam daun dan berpotensi membahayakan kesehatan apabila ikut terkonsumsi.
