Penulis : Redaksi

Jakarta – Penggalangan dana untuk mendukung program pengembangbiakan dua orangutan Kalimantan di Kebun Binatang Tobe, Prefektur Ehime, Jepang, mendapat sambutan besar dari masyarakat. Dana yang terkumpul bahkan melampaui target awal dalam waktu kurang dari satu bulan.

Dilansir dari The Mainichi, target penggalangan dana sebesar 10 juta yen atau sekitar Rp1,13 miliar berhasil tercapai hanya dalam 27 hari. Hingga akhir April, total dana yang terkumpul mencapai 12,55 juta yen atau sekitar Rp1,4 miliar dari 629 donatur.

Dua orangutan yang menjadi pusat perhatian dalam program tersebut adalah Hayato dan Jennifer. Keduanya merupakan orangutan Kalimantan berusia 15 tahun yang berasal dari Indonesia.

Gubernur Prefektur Ehime, Tokihiro Nakamura, menyampaikan apresiasinya atas tingginya antusiasme masyarakat yang mendukung program tersebut.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung kami,” ujar Nakamura.

Dana yang terkumpul akan digunakan oleh Kebun Binatang Tobe untuk mendukung program konservasi dan pengembangbiakan orangutan. Sejumlah fasilitas yang direncanakan untuk dibeli antara lain alat analisis hormon, kamera pengawas 24 jam, ayunan untuk membantu mengurangi stres pada orangutan, serta peralatan diagnostik ultrasonik.

Sebelumnya, pada 2024, Pemerintah Prefektur Ehime menandatangani perjanjian konservasi satwa liar dengan Indonesia dan meminjam Jennifer untuk tujuan pengembangbiakan.

Jennifer mulai dirawat di Kebun Binatang Tobe sejak Desember 2025. Setelah melewati masa adaptasi dengan kondisi musim dingin di Jepang, orangutan tersebut kemudian diperkenalkan secara resmi kepada publik.

Sebagai bagian dari program tersebut, Kebun Binatang Tobe menggelar upacara perkenalan yang disebut sebagai “pernikahan” antara Jennifer dan Hayato pada Sabtu (6/6) waktu setempat.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keberlangsungan populasi orangutan di fasilitas penangkaran Jepang yang terus mengalami penurunan dalam satu dekade terakhir. Kehadiran Jennifer dinilai memiliki peran penting dalam mendukung program pelestarian dan pengembangbiakan orangutan di negara tersebut.