Penulis : Redaksi

Jakarta — Rien Wartia Trigina atau Erin menjelaskan alasan dirinya masih menggunakan nama keluarga mantan suaminya, Andre Taulany, di akun Instagram meski keduanya telah resmi bercerai sejak November 2025.

Erin mengaku sebenarnya sudah mengajukan perubahan nama akun media sosial sejak September 2025. Namun, proses perubahan tersebut disebut membutuhkan waktu cukup lama karena harus melalui pihak Meta selaku pemilik platform Instagram.

“Saya sudah proses itu dari bulan September, dari pihak Meta Internasional. Karena waktu pas lagi nama itu dibuat, itu diproses dari pihaknya dia, orangnya dia. Jadi memang agak lama,” kata Erin.

“Memang sudah diproses dari bulan September, tapi memang belum pihak Meta belum confirm,” lanjutnya, seperti dikutip dari detikHot, Minggu (10/5).

Kuasa hukum Erin, Sunan Kalijaga, juga menyampaikan hal serupa. Ia mengatakan perubahan nama akun Instagram memerlukan proses validasi yang ketat dari pihak penyedia platform.

“Bukan berarti klien kami kegilaan, kecintaan, atau kepengin banget pakai nama belakangnya Taulany. Karena memang itikad baik dari klien kami sudah mengajukan untuk perubahan ya,” ujar Sunan Kalijaga.

Erin menegaskan dirinya sudah tidak memiliki hubungan personal apa pun dengan Andre Taulany. Ia juga meminta publik tidak mengaitkan penggunaan nama Taulany di media sosial dengan persoalan perasaan pribadi.

Sementara itu, Andre Taulany juga meminta namanya tidak lagi dikaitkan dengan Erin, terutama terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap asisten rumah tangga (ART).

“Gue enggak ikut-ikutan. Tolong, jangan bawa-bawa nama Taulany, oke? Taulany itu isinya orang-orang baik. Ardio Taulany anak gue, Arkenzy Taulany anak gue, Arlova Taulany, Andre Taulany, Taulany TV. Ya?” kata Andre.

Kasus perselisihan antara Erin dan mantan ART bernama Hera sebelumnya mencuat ke publik setelah akun media sosial milik penyalur Hera memviralkan dugaan penganiayaan tersebut.

Kasus itu bermula ketika Hera melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (29/4) dini hari. Dalam laporan tersebut, Erin dituduh melakukan kekerasan fisik berupa pemukulan, pencekikan, hingga pengancaman menggunakan senjata tajam di rumahnya di kawasan Bintaro.

Namun, Erin membantah seluruh tudingan tersebut. Ia mengaku memiliki bukti berupa rekaman CCTV serta kesaksian pekerja rumah tangga lain dan petugas keamanan yang disebut menunjukkan bahwa dugaan penganiayaan itu tidak terjadi.