Jakarta — Rice cooker menjadi salah satu peralatan dapur yang hampir selalu ada di rumah. Alat ini memudahkan proses memasak nasi karena pengguna hanya perlu menambahkan beras dan air, lalu menunggu hingga nasi matang.
Meski praktis, ternyata tidak semua jenis beras cocok dimasak menggunakan rice cooker. Beberapa jenis beras justru dapat menghasilkan tekstur yang terlalu lembek atau tidak matang secara optimal jika dimasak dengan cara ini.
Jenis beras yang sebaiknya tidak dimasak dengan rice cooker
Melansir dari The Takeout, chef sekaligus penulis buku Maricel’s Simply Asian Cookbook, Maricel Gentile, menjelaskan bahwa rice cooker bekerja paling baik untuk beras utuh dan kering yang mampu menyerap air secara stabil selama proses memasak.
Sebaliknya, ada beberapa jenis beras yang kurang cocok dimasak menggunakan alat ini. Berikut di antaranya.
1. Beras instan
Beras instan merupakan beras yang sudah dimasak sebelumnya, kemudian dikeringkan. Karena itu, beras jenis ini sebenarnya hanya membutuhkan sedikit air untuk proses rehidrasi.
Jika dimasak di rice cooker dengan takaran air seperti beras biasa, beras instan akan menyerap terlalu banyak air. Akibatnya, nasi yang dihasilkan bisa menjadi terlalu lembek dan bertekstur seperti bubur karena pati di dalamnya keluar secara berlebihan.
2. Beras untuk risotto
Beras khusus risotto juga termasuk jenis beras yang kurang cocok dimasak menggunakan rice cooker. Jenis beras ini biasanya dimasak dengan teknik khusus yang memerlukan penambahan cairan secara bertahap sambil terus diaduk.
Proses tersebut membantu menghasilkan tekstur risotto yang creamy. Sementara itu, rice cooker bekerja secara otomatis sehingga tidak dapat menyesuaikan teknik memasak tersebut. Akibatnya, hasil masakan biasanya tidak maksimal.
3. Beras ketan
Sticky rice atau beras ketan sebenarnya masih bisa dimasak menggunakan rice cooker, tetapi membutuhkan perhatian lebih.
Menurut Gentile, beras ketan menyerap air dengan sangat cepat dan menghasilkan banyak pati. Jika takaran air terlalu banyak, nasi ketan bisa menjadi terlalu lengket atau menggumpal.
Beberapa rice cooker modern memang memiliki pengaturan khusus untuk memasak ketan. Namun, pada rice cooker sederhana yang hanya memiliki fungsi “cook” dan “warm”, pengaturan air dan suhu menjadi lebih terbatas sehingga hasilnya sering tidak konsisten.
Faktor lain yang memengaruhi kualitas nasi di rice cooker
Selain memilih jenis beras yang tepat, cara menggunakan dan merawat rice cooker juga memengaruhi kualitas nasi yang dihasilkan.
Jika tidak digunakan atau dibersihkan dengan benar, nasi yang dimasak di rice cooker bisa lebih cepat rusak atau basi. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan nasi cepat rusak saat disimpan di rice cooker adalah kebersihan alat.
Rice cooker yang jarang dibersihkan dan masih menyisakan nasi lama sebelum memasak nasi baru dapat menjadi tempat berkumpulnya uap air dan bakteri. Bakteri tersebut kemudian dapat jatuh kembali ke nasi dan mempercepat proses pembusukan.
Selain itu, kualitas beras juga menjadi perhatian penting. Beras dengan kualitas rendah atau beras yang sudah lama disimpan biasanya memiliki kadar air lebih tinggi sehingga nasi lebih mudah basi.
Untuk menjaga nasi tetap awet dan berkualitas, penting memastikan rice cooker selalu bersih, menggunakan beras berkualitas baik, serta tidak menyimpan nasi terlalu lama di dalam alat tersebut.

