Penulis : Redaksi

Jakarta — Emil Audero Mulyadi menjadi salah satu pemain penting dalam keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Kiper kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu tampil sebagai penentu ketika Indonesia menghadapi Thailand di partai final.

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10), Emil mengawal gawang Indonesia dalam pertandingan yang harus ditentukan melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga 120 menit.

Dalam drama tos-tosan tersebut, Emil menggagalkan tendangan penalti Nattapong Sayriya. Indonesia akhirnya menang 4-2 dan memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Di balik keberhasilannya bersama Timnas Indonesia, Emil memiliki hubungan erat dengan Lombok. Ia lahir di Kota Mataram pada 18 Januari 1997 dari ayah asal Indonesia, Edy Mulyadi, dan ibu berkewarganegaraan Italia, Antonella Audero. Emil kemudian tumbuh di Italia dan meniti karier sepak bola melalui akademi Juventus.

Emil resmi kembali memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada 10 Maret 2025. Setelah itu, ia membuka babak baru dalam perjalanan sepak bolanya dengan memperkuat Timnas Indonesia.

Kini, setelah menjadi salah satu penentu gelar juara Indonesia, nama Emil Audero kembali membawa perhatian kepada Mataram dan Lombok, wilayah yang menjadi bagian dari latar belakang keluarganya.

Menjelajah Lombok dari kampung halaman Emil Audero

Lombok memiliki beragam daya tarik wisata, mulai dari kawasan pegunungan, pantai, pulau-pulau kecil, hingga budaya masyarakat Sasak. Pulau ini juga mencakup Kota Mataram serta sejumlah kabupaten seperti Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Utara.

Salah satu ikon utama Lombok adalah Gunung Rinjani. Gunung berapi tersebut memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut dan menjadi salah satu destinasi utama bagi wisatawan yang menyukai aktivitas alam dan pendakian.

Di kawasan kaldera Rinjani terdapat Danau Segara Anak dan kerucut vulkanik Gunung Barujari.

Bagi wisatawan yang lebih menyukai wisata bahari, kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air bisa menjadi pilihan. Ketiga pulau kecil tersebut berada di lepas pantai barat laut Lombok dan dikenal dengan panorama laut serta aktivitas wisata bahari.

Mandalika, destinasi sport tourism Lombok

Bergeser ke Lombok bagian selatan, terdapat kawasan Mandalika yang berkembang sebagai salah satu destinasi sport tourism Indonesia.

Mandalika menjadi lokasi penyelenggaraan MotoGP dan memiliki kawasan pantai serta perbukitan. Beberapa destinasi yang berada di sekitarnya antara lain Pantai Kuta, Tanjung Aan, Gerupuk, Serenting, dan Seger. Pemerintah melalui Indonesia Travel juga menempatkan Mandalika sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Lombok.

Wisatawan dapat menikmati panorama dari Bukit Merese, menjelajahi kawasan pantai, hingga mengenal kebudayaan masyarakat Sasak.

Kawasan tersebut juga memiliki tradisi budaya seperti Bau Nyale yang menjadi salah satu bagian dari kekayaan budaya masyarakat Lombok.

Menyusuri Kota Mataram

Sebagai kota kelahiran Emil Audero, Mataram juga memiliki sejumlah tempat yang dapat dikunjungi wisatawan.

Beberapa di antaranya adalah Taman Mayura, Kota Tua Ampenan, Museum Negeri Nusa Tenggara Barat, Masjid Raya Hubbul Wathan, dan Pura Meru.

Mataram dapat menjadi titik awal untuk menjelajahi Lombok sebelum wisatawan melanjutkan perjalanan ke kawasan pegunungan, pantai, maupun pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan ke Lombok juga dapat menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat daerah kelahiran Emil Audero. Apalagi, kiper tersebut kini memiliki momen khusus dalam sejarah Timnas Indonesia setelah ikut mengantarkan Garuda meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.