Jakarta – Fenomena Gerhana Matahari Total akan kembali menghiasi langit pada 12 Agustus 2026. Peristiwa astronomi ini menjadi salah satu yang paling dinantikan karena menghadirkan momen langka ketika Bulan sepenuhnya menutupi Matahari dari pandangan di sejumlah wilayah dunia.
Gerhana Matahari Total terjadi saat Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga bayangannya menutupi cahaya Matahari secara penuh pada area tertentu di permukaan Bumi.
Pada fenomena kali ini, fase totalitas dapat disaksikan di sejumlah wilayah Greenland, Islandia, Spanyol bagian utara, dan Portugal timur laut. Di kawasan tersebut, langit akan berubah gelap untuk beberapa saat ketika Matahari tertutup sepenuhnya oleh Bulan.
Sementara itu, Gerhana Matahari Sebagian akan terlihat di berbagai wilayah Eropa, Afrika, dan Amerika Utara. Dalam fase ini, hanya sebagian piringan Matahari yang tertutupi.
Gerhana Matahari Total Pertama di Spanyol dalam Lebih dari Seabad
Sebelumnya, Gerhana Matahari Total pernah melintasi Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada pada April 2024. Adapun gerhana total terakhir yang dapat diamati dari daratan Eropa terjadi pada 2006.
Fenomena pada Agustus 2026 menjadi Gerhana Matahari Total pertama yang terlihat dari daratan Spanyol sejak 1905. Peristiwa ini juga menjadi yang pertama dari tiga gerhana matahari yang diperkirakan akan terlihat di negara tersebut hingga 2028.
“Gerhana Matahari Total adalah salah satu momen langka ketika jutaan orang dapat menengadah bersama dan merasakan keajaiban serta rasa ingin tahu,” kata Direktur Sains ESA, Carole Mundell.
“Ini adalah momen bersama yang menghubungkan kita dengan alam semesta dan mengingatkan kita bahwa keinginan untuk menjelajah dan memahami adalah salah satu kekuatan terbesar umat manusia,” lanjutnya.
Jalur Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026
Jalur totalitas gerhana diperkirakan membentang sekitar 8.300 kilometer. Fenomena ini akan dimulai di kawasan pesisir Arktik sekitar pukul 13.00 ET, kemudian bergerak melintasi dekat Kutub Utara sebelum melewati Greenland, Islandia, Portugal, dan Spanyol bagian utara.
Pengamat di Greenland diperkirakan dapat menyaksikan fase totalitas selama lebih dari dua menit. Sementara itu, di Spanyol utara, fase totalitas diperkirakan berlangsung sekitar 20 detik.
Wilayah yang Mengalami Gerhana Matahari Total
- León, Spanyol – 19.32
- Zaragoza, Spanyol – 19.34
- Valencia, Spanyol – 19.38
- Reykjavík, Islandia – 16.47
Wilayah yang Mengalami Gerhana Matahari Sebagian
- Anchorage, Alaska – 07.36
- Fairbanks, Alaska – 07.37
- Juneau, Alaska – 07.41
- Edmonton, Kanada – 10.02
- Winnipeg, Kanada – 11.25
- Toronto, Kanada – 12.55
- Montreal, Kanada – 12.50
- Bangor, Maine – 12.54
- Portland, Maine – 12.57
- Boston, Massachusetts – 13.01
- Detroit, Michigan – 13.03
- New York – 13.07
- Philadelphia – 13.11
- Washington D.C. – 13.17
- Halifax, Kanada – 13.58
- St. John’s, Kanada – 14.28
- Nuuk, Greenland – 15.30
- Dakar, Senegal – 18.25
- Dublin, Irlandia – 18.12
- London – 18.17
- Lisbon, Portugal – 18.39
- Algiers, Aljazair – 18.42
- Casablanca, Maroko – 18.48
- Tunis, Tunisia – 18.41
- Oslo, Norwegia – 19.02
- Stockholm, Swedia – 19.03
- Berlin, Jerman – 19.15
- Kraków, Polandia – 19.18
- Paris, Prancis – 19.22
- Vienna, Austria – 19.22
- Milan, Italia – 19.27
- Barcelona, Spanyol – 19.35
- Madrid, Spanyol – 19.36
- Saint Petersburg, Rusia – 19.59
Kapan Gerhana Matahari Total Berikutnya?
Berdasarkan informasi NASA, Gerhana Matahari Total berikutnya akan terjadi pada 2 Agustus 2027 dan melintasi wilayah selatan Spanyol, Afrika Utara, Arab Saudi, serta Yaman.
Sementara itu, Amerika Serikat baru akan kembali menyaksikan Gerhana Matahari Total pada 30 Maret 2033, dengan Alaska menjadi satu-satunya wilayah pengamatan.
Cara Aman Menyaksikan Gerhana Matahari
Pengamatan gerhana harus dilakukan menggunakan kacamata gerhana bersertifikat atau alat pengamat matahari khusus yang memenuhi standar keamanan internasional.
Alternatif lainnya adalah menggunakan teleskop, kamera, atau teropong yang telah dilengkapi filter matahari khusus pada bagian depan perangkat.
NASA mengingatkan bahwa kacamata hitam biasa tidak aman digunakan untuk mengamati Matahari karena tidak mampu menyaring intensitas cahaya yang berbahaya bagi mata.
Selain itu, melihat Matahari melalui perangkat optik tanpa filter matahari khusus juga dapat menyebabkan kerusakan mata yang serius meskipun pengguna mengenakan kacamata gerhana.
