Penulis : Redaksi

Jambi — Perekonomian Provinsi Jambi menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang 2025. Berdasarkan Laporan Perekonomian Provinsi Jambi Februari 2026, ekonomi Jambi pada triwulan IV 2025 tumbuh sebesar 5,24 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,77 persen.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh meningkatnya kinerja lapangan usaha pertambangan dan penggalian, serta sektor perdagangan besar dan eceran.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar 4,93 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang tumbuh 4,5 persen. Meski demikian, capaian tersebut masih berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,11 persen.

Pendapatan Daerah Capai Rp3,9 Triliun

Dari sisi keuangan daerah, realisasi pendapatan Pemerintah Provinsi Jambi hingga triwulan IV 2025 tercatat sebesar Rp3,9 triliun atau 86,66 persen dari target APBD 2025 sebesar Rp4,48 triliun.

Pendapatan terbesar berasal dari komponen transfer pemerintah pusat dengan realisasi Rp2,24 triliun atau sekitar 93,81 persen dari total pendapatan daerah.

Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) memberikan kontribusi sebesar Rp1,63 triliun atau 78,77 persen terhadap struktur pendapatan daerah.

Inflasi Jambi Masih di Atas Nasional

Pada triwulan IV 2025, inflasi tahunan Provinsi Jambi tercatat sebesar 3,71 persen (yoy), sedikit menurun dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 3,77 persen.

Namun angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada di level 2,92 persen.

Inflasi Provinsi Jambi merupakan gabungan dari inflasi di Kota Jambi sebesar 3,03 persen, Kabupaten Bungo 4,72 persen, dan Kabupaten Kerinci 5,52 persen.

Kredit Korporasi Tumbuh Positif

Dari sektor keuangan daerah, pertumbuhan kredit korporasi di Provinsi Jambi pada triwulan IV 2025 tumbuh 7,27 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami kontraksi 5,78 persen.

Sektor pertanian menjadi salah satu pendorong utama dengan pertumbuhan kredit sebesar 21,51 persen. Selain itu, sektor pertambangan mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 51,42 persen.

Di sisi lain, sektor perdagangan tumbuh 3,79 persen, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 9,44 persen. Sementara sektor industri tumbuh 4,01 persen.

Aktivitas Tunai Meningkat Jelang Natal dan Tahun Baru

Perkembangan sistem pembayaran menunjukkan Provinsi Jambi mengalami net outflow uang tunai sebesar Rp2,74 triliun pada triwulan IV 2025.

Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang mendorong tingginya penarikan uang tunai.

Pengangguran Menurun

Dari sisi ketenagakerjaan, jumlah penduduk bekerja di Provinsi Jambi pada Agustus 2025 tercatat sebanyak 1,85 juta orang atau meningkat 1,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan tenaga kerja turut diikuti penurunan angka pengangguran menjadi 82,3 ribu orang, lebih rendah dibandingkan Agustus 2024 yang mencapai 86,08 ribu orang.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Jambi juga turun menjadi 4,26 persen dari sebelumnya 4,48 persen pada Agustus 2024.

Ekonomi Jambi 2026 Diproyeksi Tetap Kuat

Ke depan, perekonomian Provinsi Jambi pada 2026 diprakirakan tetap tumbuh dalam rentang 4,20 hingga 5,00 persen (yoy).

Proyeksi tersebut didukung terjaganya daya beli masyarakat serta membaiknya kinerja sektor utama seperti pertanian dan pertambangan yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.