Jakarta — Sebuah insiden tidak biasa terjadi pada maskapai easyJet di Bandara Southend pada Sabtu (11/4).
Pesawat yang dijadwalkan terbang menuju Malaga tersebut gagal lepas landas karena beban pesawat dinilai terlalu berat, terutama dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan panjang landasan pacu.
Pihak maskapai menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama, sehingga pesawat harus mengurangi beban sebelum diizinkan terbang.
Mengutip laporan media lokal Your Southend, pilot sempat menawarkan dua pilihan kepada penumpang agar penerbangan dapat tetap berlangsung. Opsi tersebut adalah meminta enam penumpang secara sukarela turun dari pesawat atau seluruh bagasi penumpang harus dikeluarkan dari kargo.
Setelah pengumuman itu, lima penumpang akhirnya bersedia mengundurkan diri dari penerbangan. Keputusan mereka disambut tepuk tangan oleh penumpang lain yang tetap berada di dalam pesawat.
Seperti dilaporkan ITV, pihak easyJet menjelaskan bahwa pembatasan berat merupakan prosedur standar dalam industri penerbangan untuk menjaga keselamatan.
Bandara Southend diketahui memiliki landasan pacu sepanjang 1.856 meter, lebih pendek dibandingkan bandara besar pada umumnya. Kondisi ini membuat pilot memiliki jarak yang terbatas untuk mencapai kecepatan lepas landas yang dibutuhkan.
Selain itu, faktor cuaca saat kejadian turut memengaruhi daya angkat pesawat, sehingga batas beban maksimum harus dikurangi agar penerbangan dapat dilakukan dengan aman.
Sejumlah penumpang mencatat bahwa terdapat sekitar 10 kursi kosong di dalam pesawat sebelum lima relawan turun. Meski demikian, pengurangan beban tetap dinilai perlu dilakukan.
Penumpang Sukarela Dapat Kompensasi
Kelima penumpang yang bersedia turun diberikan fasilitas transportasi menuju Bandara Gatwick dan diterbangkan ke Malaga pada hari yang sama tanpa biaya tambahan.
Sesuai regulasi penerbangan Inggris (UK261), penumpang yang secara sukarela membatalkan perjalanan dalam kondisi seperti ini berhak memperoleh kompensasi.
Besaran kompensasi berkisar antara 175 hingga 350 pound sterling (sekitar Rp3,5 juta hingga Rp7 juta), tergantung pada durasi keterlambatan yang dialami.
Pihak easyJet juga memastikan telah menghubungi para penumpang tersebut untuk memproses hak kompensasi mereka.
