Penulis : Redaksi

Seorang pekerja asal Panca Desa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, bernama Pahjar mengalami kecelakaan kerja saat bekerja di proyek Gedung Merah Putih di Muara Tebo, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban terjatuh dari ketinggian hingga mengalami kondisi kritis. Setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Sultan Thaha Saifuddin Jambi, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Pihak keluarga menyebutkan, awalnya pemborong proyek menyatakan siap bertanggung jawab atas seluruh biaya pengobatan hingga korban sembuh. Namun, setelah mengetahui besarnya biaya perawatan, pihak pemborong disebut tidak lagi memberikan tanggung jawab dan sulit dihubungi.

Kritisi.ID

Kondisi tersebut membuat keluarga korban yang berasal dari kalangan kurang mampu mengalami kesulitan dalam membiayai pengobatan maupun kebutuhan selama korban dirawat di RSMH Palembang.

“Saat ini kondisi pasien masih terbaring sakit di RSMH. Keluarga sudah tidak sanggup lagi membiayai pengobatan maupun kebutuhan lainnya. Bahkan untuk membawa pulang pasien pun keluarga tidak memiliki biaya,” ujar pihak keluarga dalam keterangannya, Selasa (27/5/2026).

Keluarga korban mengaku telah menyurati Pemerintah Kabupaten Tebo, Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Gubernur Sumatera Selatan, hingga Direktur RSMH Palembang guna memohon bantuan kemanusiaan dan perhatian dari pemerintah.

Mereka berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat membantu pengobatan korban serta memastikan hak-hak korban sebagai pekerja dapat dipenuhi.

“Kami sangat berharap ada perhatian dan tanggung jawab dari pemerintah maupun pihak terkait untuk membantu pengobatan korban,” tambahnya.