Penulis : Redaksi

JakartaKedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Uni Emirat Arab (UEA) untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

WNI diminta mengurangi aktivitas di luar rumah serta menghindari lokasi yang berpotensi terdampak konflik.

Duta Besar Republik Indonesia untuk UEA, Judha Nugraha, meminta masyarakat Indonesia tetap tenang dan terus memantau perkembangan situasi melalui sumber resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Mencermati dinamika terbaru situasi keamanan, KBRI Abu Dhabi mengimbau kepada seluruh WNI di wilayah UEA untuk menjaga komunikasi dengan sesama masyarakat Indonesia serta keluarga masing-masing,” ujar Judha saat dihubungi melalui pesan tertulis, Sabtu (28/2) malam.

Selain itu, WNI di UEA juga diminta untuk melakukan lapor diri serta segera menghubungi hotline KBRI Abu Dhabi dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Dubai (KJRI Dubai) apabila menghadapi situasi darurat atau mengetahui ada sesama WNI yang membutuhkan bantuan.

“KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai akan terus memantau perkembangan situasi di kawasan dan mengomunikasikannya dengan masyarakat Indonesia di Uni Emirat Arab,” tutur Judha.

Serangan Udara Tewaskan Puluhan Siswi di Iran

Di sisi lain, serangan gabungan AS dan Israel ke Iran dilaporkan menelan korban jiwa. Media berbasis Inggris, Middle East Eye, melaporkan sedikitnya 51 siswi tewas akibat serangan udara yang menghantam sebuah sekolah dasar di Iran selatan.

Serangan yang terjadi pada Sabtu pagi itu mengenai Sekolah Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Provinsi Hormozgan. Para korban disebut berusia antara tujuh hingga 12 tahun, berdasarkan laporan kantor berita Tasnim dan Fars News Agency.

Akibat serangan tersebut, banyak orang yang berada di dalam gedung dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan. Saat insiden terjadi, terdapat sekitar 170 siswi di sekolah tersebut. Hingga kini, sedikitnya 45 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Rekaman yang diunggah akun Telegram yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam memperlihatkan warga setempat berupaya menggali reruntuhan bangunan sekolah.

Iran kemudian melakukan serangan balasan dengan menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, termasuk di Bahrain dan Qatar. Ledakan juga dilaporkan terjadi di Riyadh, Arab Saudi.