Jakarta — Ada orang yang baru duduk sebentar, anak kecil sudah langsung mendekat. Hanya dengan senyuman ringan, anak bisa merasa nyaman, mau digendong, bahkan mengajak bermain seolah sudah lama mengenal.
Fenomena ini kerap dianggap sebagai bakat alami atau tanda seseorang memiliki “aura” yang disukai anak-anak. Namun, penelitian menunjukkan bahwa anak kecil cenderung lebih mudah dekat dengan orang dewasa yang terasa aman, hangat, dan responsif.
Kedekatan tersebut mencerminkan cara seseorang berinteraksi, terutama dalam menciptakan rasa nyaman bagi anak. Berikut beberapa sifat yang umumnya dimiliki orang dewasa yang mudah akrab dengan anak kecil:
1. Hangat dan Menenangkan
Kehangatan menjadi faktor utama. Studi tentang parental warmth menunjukkan bahwa sikap hangat berperan penting dalam membangun rasa aman, empati, dan keterikatan emosional. Dalam keseharian, ini terlihat dari ekspresi ramah, suara lembut, dan bahasa tubuh yang tidak mengintimidasi.
2. Peka dan Responsif
Anak kecil belum selalu mampu mengungkapkan perasaan mereka. Karena itu, mereka lebih mudah dekat dengan orang dewasa yang peka terhadap situasi dan mampu merespons kebutuhan mereka, baik dengan menenangkan maupun mengajak bermain.
3. Memiliki Sisi Playful
Orang yang tidak kaku biasanya lebih mudah masuk ke dunia anak. Penelitian tentang parental playfulness menunjukkan bahwa sifat suka bermain berkaitan dengan interaksi yang lebih hangat serta mendukung perkembangan anak. Hal ini bisa berupa bercanda, meniru ekspresi, atau ikut bermain sederhana.
4. Fleksibel dalam Berinteraksi
Interaksi dengan anak tidak selalu bisa mengikuti pola percakapan orang dewasa. Kemampuan untuk fleksibel dan mengikuti ritme anak menjadi kunci. Sikap yang terlalu kaku atau formal justru membuat interaksi terasa sulit.
5. Ramah dan Tidak Mengintimidasi
Sifat ramah, sabar, dan kooperatif atau yang dikenal sebagai agreeableness sering membuat anak merasa lebih nyaman. Anak cenderung mendekati orang yang tidak terasa menekan atau mengancam.
6. Emosi Stabil
Anak kecil sensitif terhadap perubahan ekspresi. Orang dewasa yang tenang dan emosinya stabil lebih mudah membuat anak merasa aman karena perilakunya dapat diprediksi.
7. Tidak Terlalu Dominan
Anak membutuhkan ruang untuk merasa aman. Orang dewasa yang tidak memaksa, tidak terlalu mengatur, dan memberi kesempatan anak untuk mendekat dengan caranya sendiri biasanya lebih mudah diterima.
Perlu diingat, kedekatan dengan anak kecil bukan ukuran mutlak kepribadian seseorang. Anak bisa merasa nyaman karena berbagai alasan, seperti rasa aman, ketertarikan, atau sekadar merasa terhibur.
Meski begitu, kemampuan menciptakan rasa nyaman tetap menjadi sinyal positif. Setidaknya, hal ini mencerminkan gaya interaksi yang hangat dan suportif—sesuatu yang penting dalam membangun hubungan dengan siapa pun.
