Jakarta — Di Pulau Tanna, Vanuatu, berdiri sebuah gunung berapi yang hampir tidak pernah benar-benar tenang. Gunung tersebut adalah Gunung Yasur, yang dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di dunia dengan letusan kecil yang terjadi sangat sering.
Gunung Yasur bahkan mendapat julukan “Lighthouse of the Pacific” atau mercusuar Pasifik. Julukan ini merujuk pada cahaya lava pijar yang kerap terlihat dari kejauhan, terutama saat malam hari.
Mengutip data dari Smithsonian Global Volcanism Program (GVP), aktivitas erupsi Gunung Yasur telah tercatat sejak pertama kali diamati oleh penjelajah Inggris Captain James Cook pada tahun 1774. Aktivitas tersebut bahkan diperkirakan sudah berlangsung hingga sekitar 800 tahun.
Secara karakteristik, Yasur memiliki tipe letusan strombolian dan vulkanian. Jenis letusan ini ditandai dengan lontaran lava pijar, abu, serta gas dari kawah terbuka yang terjadi berulang. Alih-alih satu letusan besar, aktivitas Yasur berlangsung konsisten seperti “bernapas” dengan intensitas kecil.
Menurut laporan Vanuatu Meteorology and Geo-Hazards Department yang dirujuk GVP, Gunung Yasur berada pada status major unrest atau Level 2. Aktivitasnya berupa ledakan berkelanjutan yang menghasilkan gas, uap, dan abu vulkanik.
Aktivitas gunung ini nyaris tanpa henti dan dapat terjadi beberapa kali dalam satu jam. Artinya, meskipun tidak dapat dipastikan interval waktunya secara presisi, letusan Yasur berlangsung sangat rutin dalam waktu singkat.
Meski tergolong aktif, Gunung Yasur justru menjadi salah satu destinasi wisata populer di Vanuatu. Banyak wisatawan datang ke Pulau Tanna untuk menyaksikan langsung lontaran lava pijar dari kawah, tentunya dengan pengawasan serta mengikuti aturan keselamatan yang berlaku.
Untuk mencapai lokasi, pelancong perlu terbang ke Bandara White Grass di Pulau Tanna. Berdasarkan informasi dari Vanuatu Tourism Office, perjalanan dari bandara menuju area kawah memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam menggunakan kendaraan offroad.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada sore hari. Wisatawan dapat menikmati pemandangan kepulan asap saat matahari terbenam, yang kemudian dilanjutkan dengan lontaran lava pijar menyerupai kembang api di langit malam.
Meski demikian, status aktivitas Gunung Yasur yang terus berubah membuat kawasan ini tetap berisiko. Pemerintah setempat secara rutin melakukan pemantauan dan pembaruan status gunung guna memastikan keselamatan warga maupun wisatawan.
