Jakarta — PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di wilayah Jakarta dan sekitarnya berada dalam kondisi aman dan stabil. Kepastian tersebut disampaikan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, usai melakukan peninjauan langsung ke sejumlah infrastruktur kelistrikan strategis.
Peninjauan dilakukan di Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Jakarta dan Banten di Cawang serta Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tanjung Priok pada Kamis (23/4). Kegiatan ini berlangsung di tengah meningkatnya kebutuhan listrik masyarakat.
Dari hasil pemantauan, seluruh parameter kelistrikan dilaporkan dalam kondisi stabil, baik dari sisi operasional sistem maupun kecukupan pasokan energi primer.
“Kami meninjau langsung sistem kelistrikan di lapangan. Dari hasil pemantauan, baik dari sisi operasional sistem maupun pasokan energi primer, semuanya dalam posisi yang cukup dan siap mendukung kebutuhan listrik masyarakat,” ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4).
Ia menjelaskan, sebanyak 76 gardu induk yang menyuplai listrik ke wilayah Jakarta dan sekitarnya saat ini beroperasi optimal. Hal ini dinilai mampu menjamin keberlangsungan pasokan listrik, baik untuk pusat pemerintahan, kawasan bisnis, maupun aktivitas masyarakat.
PLN juga memastikan sistem pemantauan berjalan secara real-time melalui pusat pengatur beban. UP2B Jakarta dan Banten di Cawang menjadi salah satu titik kendali utama dalam menjaga keseimbangan sistem kelistrikan ibu kota.
Dari sisi pasokan energi primer, PLN memperkuat koordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta para pemasok. Upaya ini dilakukan guna memastikan operasional pembangkit listrik tetap berjalan tanpa hambatan.
“Kami memahami bahwa keandalan listrik menjadi fondasi penting bagi aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kami memastikan tidak hanya sistemnya yang andal, tetapi juga pasokan energinya terjaga dengan baik,” kata Darmawan.
Melalui pengawasan yang berkelanjutan, PLN menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan listrik yang andal dan berkesinambungan. Seluruh infrastruktur ketenagalistrikan dipastikan siap menghadapi berbagai kondisi beban demi mendukung aktivitas nasional.
