Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya menyalurkan bantuan tradisi meugang dalam rangka menyambut Ramadhan 1447 Hijriah kepada masyarakat terdampak banjir. Bantuan tersebut berasal dari Presiden Prabowo Subianto dan diperuntukkan bagi warga yang masih dalam masa pemulihan pascabencana.
Penyaluran bantuan dilakukan oleh Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat di Pidie Jaya, Senin (16/2).
Bantuan tradisi meugang berupa hewan ternak sapi itu disalurkan kepada warga terdampak banjir akhir November 2025 yang tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Meureudu, Meurah Dua, Trienggadeng, Panteraja, Bandar Dua, Ulim, dan Bandar Baru.
“Bantuan Presiden ini guna memenuhi kebutuhan tradisi meugang sebagai wujud perhatian pemerintah pusat bagi masyarakat yang masih berada dalam masa transisi pemulihan pascabencana,” kata Sibral, dikutip dari Antara.
Total Bantuan Capai Rp4,9 Miliar
Sibral menyebutkan total bantuan tradisi meugang yang diterima Pemkab Pidie Jaya mencapai Rp4,9 miliar. Anggaran tersebut direalisasikan melalui pengadaan sapi untuk masyarakat terdampak.
“Dari total anggaran bantuan Presiden tersebut, pemerintah daerah melakukan pengadaan sebanyak 245 ekor sapi untuk diserahkan kepada masyarakat di gampong-gampong terdampak banjir bandang,” ujarnya.
Untuk memastikan distribusi tepat sasaran, setiap sapi diberi nomor seri sesuai data desa penerima. Apabila terjadi kekeliruan atau nomor seri tertukar, maka harus dikembalikan.
“Setiap sapi sudah ada nomor serinya dan diserahkan ke masing-masing desa penerima. Bantuan sapi tidak boleh berpindah ke desa lain karena akan diperiksa dalam proses distribusi. Camat dan aparatur desa harus ikut mendampingi agar penyaluran tertib,” kata Sibral.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga sekaligus mempererat kebersamaan dalam menyambut Ramadhan 1447 Hijriah.
“Semoga bantuan tersebut membantu masyarakat merayakan dan menikmati tradisi meugang bersama keluarga serta menjadi penyemangat untuk bangkit, dan mempercepat pemulihan kehidupan sosial ekonomi pascabencana,” tutupnya.

