Jakarta — Film horor Korea Selatan Salmokji: Whispering Water mendapat banyak pujian dari penonton sejak tayang pada 8 April lalu. Antusiasme itu bahkan membuat Waduk Salmokji—lokasi asli dalam film—ramai dikunjungi penggemar yang penasaran dengan kisah keangkerannya.
Respons penonton ramai dibagikan melalui platform ulasan film, Letterboxd. Hingga Rabu (22/4), film ini mencatat rating rata-rata 3,2 dari 408 pengguna.
Mayoritas ulasan menyoroti kekuatan elemen jumpscare yang dinilai efektif membangun ketegangan. Film ini mengangkat urban legend tentang waduk di wilayah Yesan, Provinsi Chungcheong Selatan. Salmokji sendiri awalnya merupakan waduk yang dibangun pada 1982 untuk kebutuhan irigasi pertanian.
Meski premisnya sederhana, cerita yang diangkat dari legenda urban tersebut dinilai mampu menghadirkan suasana mencekam sepanjang film.
“Pengambilan gambarnya gila, adegan-adegan menakutkannya sangat menegangkan, sistem saraf simpatikku terus aktif sepanjang film, aku sering terkejut. Aku suka sekali,” tulis salah satu pengguna pada 9 April.
“Latar tempatnya cukup keren, dan adegan-adegan menakutkan dibuat dengan sangat baik. Banyak ide familiar yang pernah saya lihat di film lain, tetapi semuanya terpadu dengan baik dan berhasil di sini. Banyak momen yang benar-benar menyeramkan, dan narator yang tidak dapat dipercaya atau ilusi-ilusinya yang sangat keren,” tulis pengguna lainnya pada Minggu (28/4).
“Saya menonton filmnya sebelum rilis di bioskop, saya tidak berbohong ketika mengatakan bahwa hantu adalah salah satu kekuatan terbesar film ini. Saya menyukai setiap adegan jumpscare berkualitas tinggi dalam film ini. Saya berani mengatakan ini adalah salah satu film K-horor paling menghibur pada dekade ini,” tulis pengguna dengan rating 4,5.
Selain jumpscare, aspek visual dan sinematografi juga menjadi sorotan positif. Beberapa penonton menilai estetika film ini berhasil memperkuat nuansa horor yang ditampilkan.
“Adegan-adegan yang mengejutkan memang mudah ditebak, tetapi visual sebelumnya sangat menyeramkan, jadi itu nilai plus yang besar,” tulis pengguna lain.
“Ada beberapa adegan seram yang benar-benar bagus, meskipun terselip di antara yang agak cheesy, dan aku suka banget keseluruhan estetika serta vibe filmnya. Film ini benar-benar total dalam mengusung estetika tim mapview dalam horornya, dan adegan lampu mobil merah dengan efek fisheye yang membentuk senyum menyeramkan itu keren banget,” tulis pengguna dengan rating 3,2.
Di sisi lain, film ini juga menuai kritik. Sejumlah penonton menilai karakter pendukung kurang dieksplorasi secara mendalam, sehingga alur cerita terasa kurang tuntas.
“Agak membingungkan, dan karakter-karakternya tidak terlalu menonjol, tapi saya menikmati filmnya dan merasa sangat takut,” tulis pengguna dengan rating 3,2.
“Awalnya memiliki potensi yang sangat besar, namun pada akhirnya cukup mengecewakan. Banyak sekali adegan yang mengejutkan dan sebagian besar membuatku kaget, tetapi selain itu, karakter-karakternya tidak memiliki kedalaman dan hampir semua orang sangat tidak sukai,” tulis pengguna dengan rating 2.
Salmokji sendiri mulai dikenal luas di kalangan penggemar horor setelah diangkat dalam program “Midnight Horror Story” pada 2021 di MBC, yang menampilkan kisah-kisah urban legend dari penonton.
Salah satu cerita yang populer mengisahkan seorang wanita yang awalnya tidak percaya hal gaib. Ia mengaku diarahkan GPS mobilnya hingga hampir menabrak waduk tersebut, lalu mengalami berbagai kejadian buruk setelah mengunjunginya.
Selain dikenal angker, waduk ini juga populer sebagai lokasi memancing, meski aktivitas tersebut sebenarnya dilarang.
Film Salmokji: Whispering Water disutradarai Lee Sang-min dan dibintangi Kim Hye-yoon serta Lee Jong-won. Film ini dijadwalkan tayang secara global, termasuk di Indonesia, pada 1 Mei 2026.
