Penulis : Redaksi

Jakarta — Bencana banjir dan longsor melanda lima desa di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang mengakibatkan sejumlah rumah rusak dan warga terpaksa mengungsi.

Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, menyampaikan bahwa cuaca ekstrem menjadi penyebab utama terjadinya bencana tersebut. Lima desa terdampak meliputi Wangunjaya, Karyamukti, Mekarjaya, Susukan, dan Campaka.

Peristiwa yang terjadi sejak Minggu malam hingga Senin dini hari itu menyebabkan empat rumah mengalami kerusakan serta sembilan jiwa harus mengungsi sementara. Selain itu, sejumlah fasilitas umum seperti jalan dan jembatan turut terdampak dan tidak dapat dilalui untuk sementara waktu.

“Bencana alam longsor dan banjir kembali terjadi di wilayah Kecamatan Campaka dan Cibeber. Petugas langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan cepat, rata-rata ketinggian air 50 sentimeter merendam perkampungan karena luapan sungai,” ujar Asep, dikutip dari Antara, Senin (27/4).

Data sementara mencatat lebih dari 100 rumah terendam banjir di Kecamatan Campaka dan sekitar 30 rumah di Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibeber. Meski demikian, tidak ada laporan kerusakan rumah maupun warga yang mengungsi dari kedua lokasi tersebut.

Setelah hujan mereda, warga bersama petugas gabungan dari TNI/Polri, Damkar Cianjur, PMI Cianjur, serta relawan mulai melakukan pembersihan lingkungan dari lumpur dan material sisa banjir.

Longsor paling parah dilaporkan terjadi di Desa Wangunjaya. Dua rumah mengalami kerusakan sedang, dua lainnya rusak ringan, sementara 12 rumah lain berada dalam kondisi terancam. Material longsor juga menutup akses jalan penghubung antardesa.

Seiring masih terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Cianjur, terutama pada sore hingga malam hari, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Segera mengungsi ketika melihat tanda alam, terutama ketika hujan deras dengan intensitas lebih dari dua jam pada malam hari,” katanya.