Penulis : Redaksi

Call Center Terima Laporan Sejak Pukul 05.00 WIB

Keluhan kehilangan dana dari nasabah mulai masuk ke call center sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, langkah resmi pemblokiran transaksi baru dilakukan beberapa jam setelahnya.

“Sekitar jam 8 pagi baru mulai ada surat ke bank lain untuk blokir transaksi. Padahal laporan sudah ada sejak dini hari,” ujar sumber tersebut

Pernyataan Dirut Jadi Sorotan

Pernyataan Direktur Utama Bank 9 yang menyebut ada keluarga atau kenalannya ikut menjadi korban turut memicu pertanyaan di internal tim investigasi.

“Pernyataan seperti itu justru jadi aneh, seolah memberi kesan bahwa pihak internal tidak mungkin terlibat. Padahal sampai sekarang belum ada data direksi yang terdampak, yang ada justru karyawan,” ujarnya.

Pola Serangan Diduga “Many to One”

Dari analisis teknis, pola transaksi yang digunakan pelaku dinilai rapi dan terstruktur. Sistem diduga menggunakan algoritma otomatis yang terus mencoba transfer hingga berhasil.

“Perintahnya sederhana, transfer sejumlah dana ke exchange, kalau berhasil ulangi, kalau gagal pindah ke rekening lain. Itu pola otomatis,” jelasnya.

Dalam dunia keamanan transaksi, pola ini dikenal sebagai skenario many to one, yaitu dana dari banyak rekening dikumpulkan ke satu atau beberapa tujuan utama.

“Dana dari banyak rekening dikumpulkan ke beberapa wallet utama, lalu dipusatkan lagi. Ini pola yang biasa dipakai dalam kejahatan finansial terorganisir,” katanya.