Penulis : Redaksi

6.609 Transaksi Terjadi

Jumlah transaksi dalam kasus ini menjadi sorotan karena terjadi dalam waktu singkat. Data menunjukkan terdapat 6.609 transaksi keluar dalam rentang dini hari hingga siang hari.

“Transaksi mulai sekitar pukul 02.37 dini hari sampai pagi, lalu berlanjut sampai sekitar jam 13.00. Polanya berulang dan sistematis,” ungkap sumber tersebut.

Ia juga menyoroti proses pendataan transaksi di internal bank yang disebut masih dilakukan secara manual.

“Jumlah transaksi ribuan, tapi pendataan dilakukan manual. Harusnya sistem otomatis ada untuk rekap. Ini yang jadi tanda tanya, kenapa data lambat keluar,” ujarnya.

Laporan Fraud Sudah Masuk Sejak Dini Hari

Informasi lain mengungkap bahwa kemungkinan pihak ketiga yang menangani switching dan monitoring transaksi telah mendeteksi aktivitas mencurigakan sejak dini hari.

Laporan pertama disebut dikirim ke Bank 9 sekitar pukul 02.37 WIB, namun tidak mendapat respons.

“Pihak switching sudah kirim report karena mendeteksi fraud, tapi tidak ada respon. Bahkan mereka sampai minta bank lain untuk blokir transaksi dari Bank 9,” kata sumber tersebut.

Dua bank yang disebut menerima aliran dana untuk deposit ke exchange adalah BSS dan Permata.

“Deposit ke exchange lewat dua bank itu. Pihak ketiga juga sudah kirim laporan diduga fraud, termasuk grafik transaksi namun tidak ada respon,” ujarnya.

Ia juga menyebut sebagian transaksi dalam jumlah besar masuk melalui bank lain sebelum diteruskan ke exchange.

“Transaksi paling besar lewat Bank Sampoerna,” katanya.