Penulis : Redaksi

JAMBI – Masyarakat yang tergabung dalam Barisan Perjuangan Rakyat (BPR) memanfaatkan momentum Ramadan untuk terus menyuarakan penolakan terhadap lokasi stockpile batu bara milik PT SAS.

Penolakan tersebut diwujudkan melalui kegiatan road show berbuka puasa bersama warga terdampak di sejumlah wilayah, yakni Aur Kenali, Penyengat Rendah, Mendalo Darat, dan Mendalo Laut.

Tim Komite BPR, Dlomiri, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat solidaritas masyarakat sekaligus menjalin silaturahmi antara pengurus BPR dan warga.

“Iya, momentum puasa ini kita manfaatkan untuk memperkuat barisan masyarakat. Kita gelar buka puasa bersama pengurus BPR, warga dan jamaah masjid,” ujar Dlomiri, Rabu (19/2).

Ia menjelaskan, kegiatan road show akan dilaksanakan di lima titik masjid, yakni Masjid RT 20 Mendalo, Masjid Perumahan Bahari Makmur, Masjid Banyumas, Masjid Penyengat Rendah, dan Masjid Blok F Perumahan Aurduri.

Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan Yasin, zikir, serta ceramah agama bertema lingkungan sehat dan menjaga hubungan manusia dengan alam (hablum minal ‘alam). Setelah itu dilanjutkan dengan buka puasa bersama, penayangan film dokumenter tentang dampak stockpile batu bara, serta dialog singkat dengan warga.

Sementara itu, Komite Bidang Eksternal BPR, Erpen, menyebut kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar spiritual masyarakat dalam menyuarakan aspirasi.

“Kegiatan ini sebagai bentuk memperkuat upaya masyarakat melalui jalur langit. Ini sesuai dengan kultur masyarakat yang religius dan bertepatan dengan bulan puasa yang penuh nilai keagamaan,” katanya.

Menurut Erpen, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari istighotsah yang sebelumnya digelar di Masjid Aurduri, atas permintaan warga agar kegiatan serupa dilanjutkan selama Ramadan.

“Ini bentuk kepasrahan kepada Sang Khalik agar keinginan masyarakat memindahkan lokasi stockpile bisa terwujud,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mendoakan para pemimpin daerah, seperti Gubernur Jambi, Wali Kota Jambi, dan Bupati Muaro Jambi agar diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan pembangunan.

“Kami berharap para pemimpin selalu sehat dan berpihak kepada masyarakat. Jika pemimpin dan masyarakat bersatu, pembangunan akan berjalan baik,” kata Erpen.

Ia menambahkan, road show buka puasa tersebut akan menghadirkan penceramah yang kompeten di bidang fikih, khususnya terkait pemahaman menjaga hubungan manusia dengan lingkungan demi terciptanya lingkungan yang sehat. (*)