Awalnya, gas air mata dikembangkan sebagai senjata kimia untuk penggunaan militer. Meskipun penggunaannya dilarang dalam perang, polisi dan personel militer masih menggunakannya untuk membubarkan kerumunan.
Paparan gas air mata dapat menimbulkan berbagai efek, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
1. Mata
Menurut Healthline, berikut adalah efek jangka pendek paparan gas air mata pada mata:
- Mata berair
- Kelopak mata tertutup
- Gatal
- Sensasi terbakar
- Kebutaan sementara
- Penglihatan kabur
- Luka bakar kimia
Dampak jangka panjang:
- Kebutaan permanen
- Pendarahan
- Kerusakan saraf
- Katarak
- Erosi kornea
2. Saluran Pernapasan dan Pencernaan
Menghirup gas air mata dapat mengiritasi hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Mereka yang memiliki masalah pernapasan sebelumnya berisiko lebih tinggi mengalami gejala serius, termasuk kegagalan napas.
Berikut adalah efek gas air mata pada saluran pernapasan serta pencernaan:
- Tersedak
- Sensasi terbakar dan gatal pada hidung dan tenggorokan
- Sesak napas
- Batuk
- Air liur berlebih
- Dada terasa sesak
- Mual
- Muntah
- Diare
- Kegagalan napas
Paparan gas air mata dalam konsentrasi tinggi, terutama di ruang tertutup atau dalam waktu lama, dapat berakibat fatal.

