“JARI bukan hanya lembaga advokasi, tetapi juga fasilitator yang mendorong pemerintah untuk menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif dan dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat,” ujar Ketua Umum JARI, Wandi Priyanto. Ia menegaskan komitmen JARI untuk terus hadir dan berjuang bersama masyarakat dalam menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan.
Sementara itu, Pembina JARI, Edi Sutiyo, menambahkan bahwa lahirnya JARI dilatarbelakangi oleh keresahan para pendirinya atas ketidakadilan yang terus berlangsung. “Kami melihat adanya diskriminasi layanan publik dan pengabaian terhadap hak-hak warga negara. Padahal, rakyatlah pemilik sah negeri ini,” ujarnya.
Dengan semangat “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”, JARI bertekad menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kedaulatan dan kemandirian rakyat Indonesia.

