Penulis : Redaksi

Langkah ini cukup signifikan, mengingat Jepang biasanya hanya menggunakan cadangan berasnya untuk menangani situasi darurat seperti bencana alam atau gagal panen.

Sementara itu, menurut laporan NHK, jumlah beras Korea Selatan yang saat ini beredar di pasar Jepang masih tergolong kecil, yakni sekitar dua ton yang dijual secara daring dan di beberapa supermarket. Namun, pemerintah berencana menambah pasokan sebanyak 20 ton dalam waktu dekat.

Dengan perkembangan ini, ekspor beras Korea Selatan ke Jepang diperkirakan akan mencapai tingkat tertinggi sejak tahun 1990.

Di sisi lain, krisis beras ini juga membuka peluang bagi negara pengekspor lain seperti Amerika Serikat. Salah satu contohnya adalah Arata Hirano, seorang pemilik restoran di Tokyo, yang mulai menggunakan beras asal California sejak tahun lalu, ketika harga beras lokal mulai meroket akibat kelangkaan pasokan.

Meski harga beras impor dari California telah meningkat dua kali lipat sejak pembelian pertamanya musim panas lalu, Hirano menyebut harganya masih lebih terjangkau dibandingkan dengan beras lokal Jepang.