Penulis : Redaksi

Bahlil meminta kader Partai Golkar untuk tidak menganggap enteng jabatan yang mereka punya. “Jabatan ini bukan barang warisan,” kata dia.

Lebih jauh, ia menekankan akan memberi ruang kompetisi yang luas untuk semua pengurus maupun kader partai. ”Ini fair saja, jadi saya dalam kesempatan kali ini harus membuka ruang kompetisi yang sebesar-besarnya,“ tutur Bahlil. “Supaya ada rasa memiliki, ada rasa tanggung jawab dan rasa mencintai gitu.”

Adapun Bahlil juga sempat menyinggung soal reshuffle atau perombakan pengurus Partai Golkar. Menurut dia, reshuffle kepengurusan ini sama seperti reshuffle kabinet yang tak perlu menunggu satu hingga dua tahun. “Ada pengurus yang mungkin tidak cocok dengan tugasnya, ya kita change lah. Partai Golkar ini kan adalah aset negara dan milik kita semua,” kata dia.