Penulis : Redaksi

Lebih menyakitkan lagi ketika kepala RT seperti yang terjadi di RT 11, inisial D, justru menjadi corong kepentingan pengusaha dan penguasa. Alih-alih mendengar dan menyuarakan keresahan warganya, dia justru aktif membungkam protes warga dan membela proyek JBC seolah-olah itu adalah puncak pencapaian peradaban Kota Jambi. Padahal, ketika air naik dan menghanyutkan barang-barang warga, tidak ada pembangunan yang bisa mengganti rasa trauma dan ketidakamanan itu.

Saya juga ingin menyampaikan kritik tajam kepada Gubernur Jambi, Al Haris, yang terus menyuarakan pencapaian PAD dan hadirnya investor. Pak Gubernur, rakyat Anda bukan hanya angka statistik. Ketika Anda bicara tentang “kemajuan”, tolong jangan lupakan kenyataan di lapangan. Banyak bangunan megah di Jambi yang terbengkalai, tidak dimanfaatkan dengan baik. Tingkat pengangguran tetap tinggi. Lalu, apa makna sebenarnya dari pembangunan yang Anda banggakan?

Kepada para pengusaha, pemilik JBC, pertanyaan saya sederhana: Apakah profit Anda sebanding dengan kerusakan lingkungan yang Anda tinggalkan? Apakah keuntungan pribadi Anda lebih penting dari keselamatan ribuan warga yang kini hidup dalam ketakutan akan banjir berikutnya?