Saya Risma, warga Provinsi Jambi yang sudah lama menetap di Kota Jambi. Meskipun saya tidak tinggal di kawasan yang terdampak langsung oleh banjir di sekitar Jambi Business Center (JBC), saya tidak bisa tinggal diam melihat ketidakadilan yang terjadi. Banjir besar yang kini berulang di kawasan Sipin, dan berbagai sudut kota lainnya, bukanlah bencana alam biasa. Ini adalah bencana kebijakan—hasil dari kesalahan dalam merancang pembangunan yang hanya mementingkan keuntungan ekonomi jangka pendek.
Saya ingin meluruskan satu hal yang sering diputarbalikkan dalam berbagai forum, oleh para pejabat, pengusaha, dan bahkan beberapa tokoh masyarakat setempat. Kita terus dicekoki dengan narasi bahwa JBC menyerap banyak tenaga kerja, menarik investor ke Jambi, dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tapi mari kita jujur: berapa banyak warga yang benar-benar mendapat pekerjaan tetap dan layak dari proyek ini? Berapa persen PAD yang kembali ke masyarakat, terutama mereka yang kini rumahnya terendam air banjir dan masa depannya tak pasti?

