“Maka sudah seharusnya kita semua ikut berperan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung ibadah penuh kekhusyukan, meningkatkan kadar keimanan dan menjemput pahala serta keberkahan, jauh dari segala hal yang dapat merusak suasana hati dan pikiran apalagi membuat kemaksiatan,” ungkap Muammar.
Namun, di balik keindahan bulan ini, tantangan besar datang, terutama dengan maraknya tindak kejahatan seperti peredaran narkoba, minuman beralkohol, geng motor, judi online dan kenakalan remaja di area kota jambi yang kian marak menjelang Ramadhan. Keberadaan tempat hiburan yang dekat dengan pusat kegiatan keagamaan dan objek wisata menjadi kontradiksi yang harus dihadapi bersama.
Ketua Kebijakan Publik KAMMI Kota Jambi, Azizul Putra, ketika diwawancara menegaskan bahwa Ramadhan adalah interpretasi kebersamaan dan kemuliaan, dan itu hanya bisa terwujud jika semua elemen saling mendukung. KAMMI menilai bahwa sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial selama Ramadhan.

